27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 1, 2026
spot_img

Kebakaran di Taman Hutan Rakyat Raden Soerjo Kabupaten Pasuruan Padam

Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menerjang kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo dipastikan telah padam. Kendati demikian, puluhan petugas gabungan masih disiagakan di lokasi untuk melakukan proses pembasahan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, menyampaikan titik api yang sempat menyala di area Lembah Kijang, Gunung Arjuno, pada Minggu (31/8) malam kini sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

”Totalnya ada 20 personel gabungan dari polisi hutan dan relawan yang masih terus melakukan pembasahan. Mereka menyiram pohon-pohon yang masih menyisakan bara api guna mengantisipasi api kembali menyala,” ujar Agustiningtyas, Selasa (1/9).

Berdasarkan catatan UPT Tahura Raden Soerjo, total luas lahan yang terdampak karhutla sejak 18 hingga 30 Agustus 2026 mencapai 398,44 hektar. Kerusakan tersebar di wilayah Gunung Arjuno yang masuk dalam cakupan administratif Kota Batu dan Kabupaten Pasuruan.

Meski kondisi di lapangan sudah relatif terkendali, pihak pengelola memastikan seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang belum akan dibuka dalam waktu dekat. Faktor keselamatan serta operasional petugas pasca-kebakaran menjadi pertimbangan utama.

”Kini jalur pendakian belum dibuka demi keamanan para pendaki. Petugas pun juga masih terus berada di lokasi untuk memantau situasi dan melakukan pembasahan,” papar Agustiningtyas.

Keputusan penutupan sementara ini berdampak pada ribuan calon pendaki. Pihak UPT Tahura Raden Soerjo mencatat hingga saat ini pemesanan tiket pendakian sudah menembus angka 4 ribu orang.

Berita Terkait :  Pemkab Bondowoso Nyalakan Semangat Peduli Iklim, Bersihkan Sungai Sentong

Untuk diketahui, peristiwa karhutla yang melanda kawasan Tahura Raden Soerjo mulai terdeteksi sejak 18 Agustus 2026. Demi keamanan, pengelola resmi menutup seluruh akses pendakian sejak 19 Agustus 2026.

Selama masa penanganan, upaya pemadaman dilakukan secara intensif melalui jalur darat serta pengerahan helikopter water bombing untuk menjangkau titik-titik yang sulit dijangkau. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!