Pemkab Madiun, Bhirawa. – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi melepas 11 peserta Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2026 di Pendopo Muda Graha Madiun, Jumat (24/7/2026).
Para peserta yang merupakan alumni terbaik dari empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mitra ini diberangkatkan untuk mendukung percepatan pembangunan kawasan transmigrasi di wilayah Indonesia bagian timur.
Dari 11 duta daerah tersebut merupakan lulusan terpilih diantaranya, dari Universitas Brawijaya (UB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berhasil lolos seleksi nasional Kementerian Transmigrasi RI.
Selama empat bulan ke depan, mereka akan ditugaskan di enam kawasan transmigrasi yang tersebar di Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.
Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto SH MAk, menegaskan bahwa Program Transmigrasi Patriot merupakan terobosan untuk mempercepat pembangunan kawasan melalui riset, kajian, dan pendampingan berbasis Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
Berbeda dengan pola transmigrasi konvensional yang membutuhkan waktu hingga puluhan tahun, program ini memanfaatkan keilmuan mutakhir dan idealisme generasi muda agar dampak kemajuan di daerah penempatan dapat dirasakan lebih cepat.
“Saya berharap adik-adik sekalian dapat memetakan potensi di sana. Analisis produk unggulan Madiun apa yang bisa dipasarkan ke lokasi penugasan, dan sebaliknya, potensi apa dari daerah penempatan yang bisa dibawa atau dikerjasamakan dengan Kabupaten Madiun. Di era digital ini, manfaatkan teknologi untuk terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” tegas Hari Wuryanto saat memberikan arahan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh untuk memfasilitasi operasional seluruh peserta selama menjalankan tugas.
Fasilitas yang disediakan meliputi kebutuhan dasar seperti akomodasi, matras, selimut, jas hujan, obat-obatan, hingga perlengkapan khusus seperti obat kina pencegah malaria bagi peserta yang ditempatkan di wilayah Papua. [dar.dre]


