Sidoarjo, Bhirawa
Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Surabaya melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) dengan fokus pada pemantauan fungsi alat antropometri yakni timbangan bayi digital dan penyuluhan pemeliharaan di wilayah kerja Puskesmas Tarik 2, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Poltekkes menggelar Pengabmas sejak Bulan Maret hingga Bulan Oktober mendatang.
Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya diketuai Levana Forra Wakidi SST MT, dengan anggota Abd Kholiq SST MT, Farid Amrinsani SST M Tr T, Roichatun Nashichah S Tr TEM MT, Elmira Rofida Alhaq S Tr T, dibantu mahasiswa Ananda Achmad Abdussalam, Haniifah ‘Aaqilah dan Irdina Dhabitah M.
Pengabmas Poltekkes mengangkat tema ‘Pemantauan Fungsi pada Alat Antropometri, serta Penyuluhan Pemeliharaan untuk Memperpanjang Usia Pakai Alat alat-alat kesehatan yang dimiliki Puskesmas Tarik 2, Kab Sidoarjo. Pengabmas ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.
Alat antropometri seperti timbangan bayi, timbangan dewasa, stadiometer dan pita LILA menjadi instrumen vital dalam pemantauan tumbuh kembang balita, skrining gizi ibu hamil, dan upaya pencegahan stunting. Keakuratan dan kondisi alat sangat memengaruhi kualitas data kesehatan masyarakat.
Tim pengabmas yang ditugaskan berdasarkan Surat Tugas Nomor DP.04.03/F.XVI/3611/2026 terdiri dari lima dosen, dua tenaga PLP dan tiga mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya. Mereka melakukan pemeriksaan fungsi alat, kalibrasi sederhana, pembersihan komponen, serta pelatihan perawatan harian kepada petugas puskesmas dan kader Posyandu.
”Kegiatan ini bertujuan memastikan alat antropometri di Puskesmas Tarik 2 berfungsi optimal dan memiliki usia pakai lebih panjang. Perawatan yang tepat akan menjaga akurasi data sekaligus menghemat anggaran penggantian alat,” ujar Ketua Tim, Levana Forra Wakidi SST MT.
Peserta pelatihan menyambut baik materi yang disampaikan secara praktik langsung. Diharapkan setelah kegiatan ini, petugas mampu melakukan perawatan mandiri sehingga alat selalu siap digunakan dalam pelayanan Posyandu dan program gizi lainnya.
Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, Luthfi Rusyadi SKM MHKes MS menyampaikan, Pengabmas Poltekkes Surabaya ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Sidoarjo. [fen.hel]


