Oleh:
Dwi Aditama Abimanyu
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Perkembangan media sosial mendorong banyak perusahaan mulai mengubah cara mereka membangun komunikasi dengan calon klien, termasuk industri konstruksi. Melalui strategi perencanaan konten yang tepat, perusahaan kini tidak hanya memperkenalkan layanan tetapi juga membangun ketertarikan dan kepercayaan audiens terhadap proyek yang ditawarkan. hal tersebut akan dilakukan CV Dutaauliacontractor melalui pemanfaatan media sosial Instragram sebagai sarana komunikasi digital perusahaan.
Program pengembangan perencanaan konten media sosial dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Dwi Aditama Abimanyu dalam kegiatan magang di CV Dutaauliacontractor. Fokus kegiatan diarahkan pada proses observasi media sosial perusahaan, analisis karakter audiens, penyusunan ide konten, hingga pembuatan kalender konten yang disesuaikan dengan target calon klien proyek seperti pengusaha, klien pribadi, UMKM dan lainnya.
Berdasarkan laporan Data Reportal 2025, jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai lebih dari 139 juta pengguna. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi ruang komunikasi yang memiliki pengaruh besar terhadap perilaku masyarakat dalam mencari informasi termasuk informasi mengenai jasa konstruksi dan pembangunan.
Melihat kondisi ini, perusahaan mulai mengembangkan pendekatan komunikasi digital yang lebih terarah melalui perencanaan konten media sosial. Konten yang dirancang tidak hanya berisi promosi jasa konstruksi, tetapi juga dikemas dalam bentuk edukasi, dokumentasi proyek, proses pembangunan, serta informasi ringan yang mampu meningkatkan ketertarikan audiens terhadap layanan perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, proses perencanaan konten dimulai dengan observasi akun Instragram perusahaan untuk memahami karakter konten yang sudah dipublikasikan sebelumnya. Setelah itu dilakukan analisis terhadap tampilan visual, gaya penyampaian pesan, serta jenis konten yang paling relevan dengan target audiens perusahaan.
Hasil observasi menunjukkan bahwa konten edukasi dan dokumentasi proyek memiliki potensi besar untuk meningkatkan perhatian audiens. Oleh karena itu, penyusunan konten diarahkan pada konsep yang lebih komunikatif, informatif, dan menunjukkan identitas profesional perusahaan konstruksi. Selain melakukan analisis konten, proses perencanaan juga dilakukan melalui penyusunan mind mapping dan kalender konten media sosial. Kalender konten tersebut berfungsi sebagai panduan dalam menentukan tema unggahan, jenis visual, waktu publikasi, serta target audiens yang ingin dicapai pada setiap konten.
Menurut dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Drs. Jupriono, M.Si , media sosial saat ini menjadi salah satu bentuk komunikasi utama perusahaan dalam membangun hubungan dengan masyarakat. “Konten media sosial dapat menjadi representasi awal perusahaan di mata calon klien. Karena itu, proses perencanaan konten perlu dilakukan secara terarah agar pesan yang disampaikan mampu membangun ketertarikan sekaligus kepercayaan audiens,” jelasnya. Beliau juga menambahkan bahwa industri konstruksi memiliki peluang besar untuk berkembang melalui komunikasi digital karena masyarakat saat ini cenderung mencari referensi proyek dan jasa pembangunan melalui media sosial sebelum melakukan konsultasi secara langsung.
Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai proses komunikasi digital dalam dunia kerja, khususnya pada bidang perencanaan konten media sosial. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa media sosial tidak hanya digunakan sebagai sarana publikasi tetapi juga sebagai media komunikasi strategis untuk menarik minat calon klien proyek. Selain meningkatkan kemampuan komunikasi, kegiatan ini juga memberikan pengalaman dalam menyusun strategi pesan, memahami perilaku audiens serta menyesuaikan konsep konten dengan kebutuhan perusahaan. Dengan perencanaan konten yang lebih terarah, media sosial perusahaan diharapkan mampu menjadi sarana komunikasi yang aktif, profesional, dan mampu meningkatkan ketertarikan calon klien terhadap layanan konstruksi yang ditawarkan. [*]


