Sumenep, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Festival Jaran Serek. Kegiatan tersebut terpusat di Stadion A. Yani Pangligur, kemudian berjalan sekitar 2 kilometer dan berahir di depan labeng mesem.
Puluhan kuda berlaga dengan meriah dan menyedot perhatian masyarakat sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi khas Madura.
Festival tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim serta Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi.
Dalam prosesi kegiatan, para peserta menampilkan atraksi Jaran Serek yang menjadi salah satu budaya masyarakat di wilayah timur Pulau Madura.
Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim mengatakan, Festival Jaran Serek menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari dan dikenal generasi muda.
“Pelestarian seni budaya yang sudah menjadi tradisi masyarakat Madura ini harus terus dijaga bersama agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” kata Wabup Sumenep, KH Imam Hasyim, Senin (11/05).
Menurutnya, keberadaan budaya lokal tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan sosial yang perlu diwariskan secara berkelanjutan.
“Jaran serek ini merupakan budaya Sumenep yang sengaja kami jaga agar tetap eksis. Kegiatan ini kami sengaja adakan setiap tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi menyampaikan, festival tersebut digelar untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni tradisional.
“Melalui kegiatan ini kami ingin budaya lokal tetap hidup, dikenal masyarakat luas, dan menjadi daya tarik daerah,” kata Faruk.
Faruk menambahkan, masyarakat tampak antusias menyaksikan rangkaian Festival Jaran Serek yang berlangsung meriah di area stadion hingga Labeng mesem.
“Selain menjadi hiburan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda,” tegasnya. [adv.sul]


