Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Event Nasional Berkualitas Berbasis Desa Wisata di Lembah Serimpi, Kabupaten Magetan, Sabtu (9/5/2026).
DPR RI Jakarta, Bhirawa.
Desa wisata dinilai memiliki peluang besar menjadi kekuatan baru pariwisata nasional apabila mampu menghadirkan event yang tidak hanya meriah, tetapi juga berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat dan pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengelola desa wisata dinilai penting agar mampu menghadirkan kegiatan berskala nasional yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat desa.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Novita Hardini saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Event Nasional Berkualitas Berbasis Desa Wisata di Lembah Serimpi, Kabupaten Magetan pada Sabtu (9/5/2026).
Dalam sambutannya, Novita menegaskan bahwa desa wisata tidak boleh kehilangan identitas lokal dalam pengembangan sektor pariwisata di hadapan pengelola desa wisata dan pelaku UMKM ekonomi kreatif,
“Event yang berkualitas adalah event yang menghidupkan ekonomi warga, mengangkat budaya lokal, menjaga lingkungan, dan yang paling penting, memanusiakan masyarakatnya,” ujar Novita Hardini di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai tren pariwisata saat ini bergerak ke arah wisata berbasis pengalaman dan kedekatan emosional dengan masyarakat lokal. Menurutnya, desa wisata memiliki kekuatan pada cerita, budaya, serta kehidupan masyarakat yang autentik.
“Wisatawan hari ini tidak hanya mencari tempat yang indah, tetapi juga pengalaman yang hangat dan otentik. Mereka ingin merasakan kehidupan desa, mendengar kisah masyarakatnya, dan pulang membawa kenangan yang bermakna,” tuturnya.
Ia juga menekankan agar setiap event desa wisata mampu menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal di daerah.
“Saya percaya, ketika desa bergerak bersama dan masyarakat dilibatkan dengan hati, maka event bukan sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan penggerak kesejahteraan dan kebangkitan desa,” ungkapnya.
Pada hari yang sama, Novita juga melakukan kunjungan reses di Desa Ngariboyo, Kabupaten Magetan, untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya perempuan lansia dan penyandang disabilitas. Dalam kegiatan tersebut, ia berdialog langsung dengan warga terkait persoalan ekonomi dan kebutuhan layanan sosial di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok.
Legislator Dapil Jawa Timur VII ini menegaskan bahwa perhatian terhadap kelompok rentan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan masyarakat desa. Ia juga memastikan berbagai aspirasi warga, termasuk kebutuhan alat bantu disabilitas dan penguatan pemberdayaan ekonomi perempuan lansia, akan menjadi perhatian dalam pembahasan di DPR RI.
“Kebijakan ekonomi tidak boleh hanya memanjakan yang produktif, tapi harus melindungi yang rentan. Saya sebagai wakil rakyat akan terus mendesak pemerintah agar program pemberdayaan ekonomi perempuan menyentuh hingga lapis lansia, agar mereka tetap berdaya dan mandiri di hari tua,” pungkasnya. [ira.hel].


