29.6 C
Sidoarjo
Monday, May 11, 2026
spot_img

Pemkot Batu Buat Strategi Pengurangan Sampah

Pemkot Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus berkomitmen melakukan pembenahan tata kelola persampahan secara menyeluruh. Untuk itu mereka membuat strategi mulai dari pengurangan sampah dari sumber sampah, penguatan fasilitas pengolahan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap budaya pilah sampah.

Pemkot menyatakan kesiapannya untuk penguatan sistem pengelolaan persampahan melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).

“Pemkot Batu ingin membangun sistem pengelolaan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan lingkungan di masa depan,” ujar Heli Suyanto, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Senin (11/5).

Ia menjelaskan bahwa rencana pembenahan sekaligus pengembangan sistem persampahan dilakukan melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). TPST yang berkapasitas 50 ton per hari ini akan dibangun di kawasan Tlekung.

Selain itu pemkot juga akan segera merevitalisasi TPS3R komunal, dan penguatan regulasi pengelolaan sampah dan retribusi. Semua langkah dan pengembangan ini akan ditunjang dengan adanya kampanye “Batu Pilah Sampah” secara masif, serta transformasi kelembagaan pengelola persampahan menuju sistem yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Strategi Pemkot Batu ini, kata Heli, juga telah disampaikan pada kegiatan Assessment dan Forum Pemerintah Daerah Malang Raya. Dalam forum ini, Pemkot Batu berharap bisa menjadi salah satu daerah terpilih dalam program LSDP.

“Dengan demikian upaya peningkatan kualitas layanan persampahan dan pemulihan lingkungan dapat berjalan lebih optimal,” harap Heli.

Berita Terkait :  Cegah Berita Hoax, Wabup Gresik Tekankan Insan Pers Pegang Teguh Kode Etik Jurnalistik

Upaya yang dilakukan secara berkelanjutan ini dilakukan Pemkot Batu unruk mewujudkan zero waste city di Batu sebagai Kota Wisata.

Pemkotbmengintegrasikan pengolahan sampah dari hulu hingga hilir. Upaya ini akan ditunjang dengan pembangunan fasilitas modern pengelolaan sampah.

Ditambahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni bahwa dalam penanganan sampak di sektor hulu, pihaknya mewajibkan pengelolaan sampah tuntas di sumbernya. Hal ini diterapkan agar volume sisa sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat ditekan.

Sebagai langkah konkret di sektor hulu, DLH memproyeksikan pembangunan tiga unit TPS3R komunal baru. TPS3R yang akan direalisasikan pada tahun 2027 dibangun di Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, dan Pasar Induk Among Tani.

Adapun setiap fasilitas baru ini dirancang memiliki kapasitas olah hingga 10 ton sampah per hari. Dan khusus di Pasar Induk Among Tani, sistem pengolahan akan menggunakan teknologi canggih Bio-Digester.

“Teknologi ini akan mengubah limbah organik pasar menjadi biogas sebagai energi alternatif, sekaligus menghasilkan pupuk cair dan padat berkualitas tinggi,” jelas Dian.

Sementara di sektor hilir, keberadaan TPA Tlekung akan ditransformasi menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Salah satu agenda besar yang disiapkan adalah program landfill mining atau penambangan sampah lama.

Diketahui, ada sekitar 135 ribu ton tumpukan sampah lama di TPA Tlekung yang akan diolah kembali. Program ini ditargetkan mampu memulihkan lahan seluas dua hektare. Kemudian lahan yang berhasil dipulihkan akan dimanfaatkan sebagai kawasan perkebunan rakyat.

Berita Terkait :  Kabupaten Blitar Masih Rawan Bencana Hujan dan Angin Kencang

Kemudian untuk mendukung operasional TPST, Pemkot Batu juga akan membangun hanggar baru untuk fasilitas incinerator atau mesin pembakaran sampah yang memanfaatkan suhu tinggi.

“Dan untuk mengirim minimal 50 ton sampah per hari, DLH akan menambah armada truk sampah menjadi 10 unit,” tandas Dian. [nas.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!