Kab Malang, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) mengimbau para peternak untuk memperketat pengawasan terhadap kondisi kesehatan hewan ternak mereka. Karena ada dua jenis penyakit menular pada sapi, yakni Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol, dilaporkan kembali ditemukan di wilayah tersebut.
Berdasarkan data terbaru dari DPKH Kabupaten Malang, tercatat sebanyak 50 ekor sapi terkonfirmasi positif terinfeksi PMK. Selain ancaman PMK yang sempat mewabah beberapa waktu lalu. Sehingga informasi yang beredar bahwa ada ancaman penyakit LSD yang telah menjangkiti 20 ekor sapi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kabupaten Malang Lusia Endah Suksesi, Minggu (10/5), kepada wartawan mengatakan, dengan ditemukan hewan ternak sapi sebanyak 50 ekor sapi yang positif terserang PMK dan 20 ekor sapi terserang LSD, maka pihaknya kini tengah melakukan langkah-langkah mitigasi guna mencegah penyebaran yang lebih luas.
“Tentunya, dengan ditemukan penyakit pada sapi tersebut, DPKH melakukan penanganan dan Langkah pencegahan, guna menekan angka kasus penularan PMK dan LSD,” tuturnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga telah mengerahkan tim medis veteriner untuk melakukan pemeriksaan rutin dan pengobatan pada ternak yang bergejala. Sedangkan langkah-langkah utama yang kita ambil, yakni meliputi vaksinasi massal untuk mempercepat pemberian dosis vaksin baik untuk PMK maupun LSD bagi ternak yang masih sehat.
Selanjutnya, pihaknya minta peternak untuk melakukan isolasi mandiri agar memisahkan sapi yang sakit dari kelompoknya untuk mencegah penularan di satu kandang. Dan pihaknya juga meminta pada peternak untuk melakukan sterilisasi kendang agar melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin di area peternakan.
“Kami kini juga melakukan pengawasan lalulintas ternak untuk mengetatkan pengawasan pada keluar-masuknya hewan di pasar hewan guna memastikan tidak ada ternak sapi sakit yang diperjualbelikan, apalagi menjelang Hari Raya Kurban 1447 Hijriyah,” jelas Lusia.
Dia menghimbau, agar para peternak sapi tidak panik, namun tetap waspada. Sedangkan ciri khas PMK pada sapi umumnya seperti adanya luka melepuh pada mulut dan kuku, sementara LSD ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan pada kulit sapi yang menyerupai cacar.
Dan jika masyarakat menemukan dengan ciri-ciri seperti itu, segera melapor kepada petugas teknis peternakan di masing-masing kecamatan. Sehingga dengan dilakukan penanganan dini, hal ini untuk mencegah kematian pada ternak.
“Hingga saat ini, Pemkab Malang terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk memastikan ketersediaan vaksin dan obat-obatan tetap mencukupi di tengah meningkatnya kewaspadaan penyakit pada ternak sapi,” tandas Lusia. [cyn.kt]


