32.8 C
Sidoarjo
Friday, May 8, 2026
spot_img

Lewat Inovasi Sahabat Pulang, Dinsos Jatim Pulangkan Enam OT Gangguan Jiwa ke Jawa Barat

Pemprov, Bhirawa

Dinas Sosial (Dinsos) Jatim kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan Orang Telantar (OT) melalui inovasi Sistem Humanis Akses Bantuan Terpadu untuk Pemulangan dan Pemulihan Orang Telantar (Sahabat Pulang).

Pada Rabu (6/5/2026), program ini berhasil mendampingi pemulangan enam OT ke Dinsos Jawa Barat, sekaligus melanjutkan koordinasi lintas daerah dalam penanganan warga Jatim yang ditemukan telantar di Sumedang.

Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani  menyampaikan, inovasi Sahabat Pulang menjadi wujud nyata transformasi layanan sosial berbasis kemanusiaan dan teknologi.

“Sahabat Pulang memastikan setiap OT tidak hanya dipulangkan, tetapi juga ditangani secara menyeluruh melalui sistem yang terintegrasi agar mereka mendapatkan kembali hak sosialnya dan tidak kembali mengalami ketelantaran,” ujarnya.

Enam OT yang dipulangkan  merupakan penyandang disabilitas mental maupun gelandangan yang sebelumnya telah menjalani rehabilitasi sosial di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Kota Surabaya sebelum dilakukan proses pemulangan ke daerah asal di Jawa Barat.

Lebih lanjut, Novi menegaskan, kerja sama lintas provinsi menjadi kunci utama dalam penanganan OT.

“Kolaborasi antar daerah seperti ini sangat penting, karena persoalan sosial tidak mengenal batas wilayah. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa memastikan setiap warga terlantar mendapatkan perlindungan dan layanan yang layak,” tuturnya.

Selain pemulangan ke Jawa Barat, Dinsos Jatim juga melakukan penjemputan terhadap warga Jatim yang ditemukan terlantar di Kabupaten Sumedang. Seorang warga bernama Andi Susilo (69) yang berasal dari Kabupaten Mojokerto ditemukan dalam kondisi sakit dan telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Tanjungsari.

Berita Terkait :  Bupati Jombang Usulkan Pembangunan Embung Ke BBWS Brantas Atasi Banjir

Ketua Tim Sub Substansi Penanganan Korban Bencana Sosial Dinsos Jatim Liawati Suntiana menyampaikan, proses penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Setiap laporan OT langsung ditindak lanjuti dengan pendekatan kemanusiaan, memastikan kondisi kesehatan terpenuhi terlebih dahulu sebelum proses pemulangan atau reunifikasi keluarga dilakukan,” ungkapnya.

Melalui inovasi Sahabat Pulang, Dinsos Jatim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan sosial yang humanis, responsif, dan berbasis teknologi. Program ini diharapkan menjadi model penanganan OT yang tidak hanya fokus pada pemulangan, tetapi juga pada pemulihan berkelanjutan agar mereka kembali hidup secara layak di tengah masyarakat. [rac.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!