Sidoarjo, Bhirawa
Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuty melakukan kunjungan kerja ke SMAN 4 Sidoarjo, Rabu (4/4), untuk meninjau penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi kepada siswa.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka masa reses guna memastikan bantuan pendidikan tersebut telah diterima oleh para penerima manfaat.
Reni menyebut, pada tahun 2025 penyaluran PIP melalui jalur aspirasi yang ia perjuangkan telah menjangkau lebih dari 5.870 siswa dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur I yang meliputi Surabaya dan Sidoarjo.
Di SMAN 4 Sidoarjo sendiri, sebanyak 32 siswa tercatat sebagai penerima bantuan PIP jalur aspirasi tersebut.
“Kemarin ada PIP jalur aspirasi dan diterima 32 siswa di SMAN 4 Sidoarjo. Kehadiran saya hari ini untuk memastikan bantuan tersebut sudah diterima oleh para siswa. Alhamdulillah mereka senang. Saya juga berpesan agar mereka terus menumbuhkan semangat dalam belajar,” ujar Reni usai berdialog dengan para siswa.
Menurutnya, sasaran utama program PIP jalur aspirasi adalah siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kesungguhan dan semangat belajar.
“Saya prioritaskan bagi siswa kurang mampu. Mereka perlu mendapatkan motivasi bahwa siapapun bisa berhasil tanpa melihat latar belakang ekonomi keluarga. Kuncinya kesungguhan belajar, semangat, berbakti kepada orang tua dan patuh kepada guru,” katanya.
Reni menjelaskan, mekanisme PIP jalur aspirasi pada dasarnya sama dengan PIP reguler dari pemerintah. Perbedaannya terletak pada proses pengusulan yang disampaikan melalui anggota DPR sebagai bagian dari penyerapan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.
Selain menyosialisasikan PIP, Reni juga memberikan informasi kepada para siswa mengenai program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi lulusan SMA yang berasal dari keluarga kurang mampu dan ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menurutnya, calon penerima KIP Kuliah harus terlebih dahulu mendaftar ke perguruan tinggi tujuan karena proses verifikasi dilakukan oleh pihak kampus.
“Yang penting siswa punya semangat belajar untuk bisa masuk perguruan tinggi. Nanti setelah diterima di kampus, baru ada proses verifikasi untuk mendapatkan KIP Kuliah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Reni juga menyampaikan aspirasi para guru, khususnya guru PPPK paruh waktu yang sebelumnya berstatus honorer. Ia menilai masih banyak guru yang kesejahteraannya belum memadai dan status kerjanya belum jelas.
“Harapannya mereka bisa diangkat menjadi PPPK penuh waktu. Beban kerja mereka sama dengan yang penuh waktu, tetapi tingkat kesejahteraannya masih jauh. Padahal pengabdian mereka sudah cukup lama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan kesejahteraan guru akan terus disampaikan kepada pemerintah pusat agar segera mendapat solusi konkret, termasuk terkait rencana peningkatan gaji guru agar berada di atas Upah Minimum Provinsi (UMP).
“Ini selalu saya sampaikan kepada menteri karena menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Jangan hanya berhenti pada diskusi, tetapi harus segera ada penyelesaian,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 4 Sidoarjo, Karyanto mengucapkan terimakasih dan rasa syukur atas perhatian Reni Astuti terhadap pendidikan para siswa.
“Sekolah menyampaikan terimakasih atas atensi bu Reni terhadap pendidikan para siswa. Semoga PIP yang diberikan menjadi barokah untuk siswa,”ucapnya.
Karyanto juga menyebut, selain PIP Jalur Aspirasi, Reni juga memberikan kuota 2 orang siswa kelas 12 untuk KIP Kuliah. Kuota ini dinilainya akan sangat bermanfaat bagi siswa dari kalangan kurang mampu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Tentu ini akan membawa manfaat bagi mereka yang akan melanjutkan ya (perguruan tinggi, red). Seleksinya nanti dari perguruan tinggi langsung. Jika sudah mendaftar nanti melapor ke bu Reni dan akan ditinjau dari tim beliau,”tandasnya. [ina.dre]


