32.2 C
Sidoarjo
Wednesday, June 17, 2026
spot_img

Puluhan Desa di Kabupaten Malang Diusulkan Dapat Bantuan Hibah Program KKP

Kab Malang, Bhirawa – Program Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membagikan sarana dan prasarana perikanan budidaya ke 4.000 desa/kelurahan se Indonesia. Hal ini untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Pemerintah Pusat merealisasikan program prioritas budidaya tematik. Sedangkan untuk di Kabupaten Malang ditargetkan bisa mendapat 100 kuota.

“Hingga saat di Kabupaten Malang saat ini sudah ada 60 desa yang diusulkan untuk mendapat bantuan hibah dari program KKP tersebut, dari 60 desa, 47 diantaranya sudah memasukkan proposal resmi ke Pemerintah Pusat,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring, Rabu (17/6), kepada wartawan.

Sudah ada 17 desa yang sudah verifikasi lapangan dan dinyatakan layak, seperti Desa Sananrejo, Kecamatan Turen dan salah satu desa di wilayah Kecamatan Lawang. Sementara, penerima awal program tersebut adalah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Nantinya juga kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bekerja sama dengan kelompok budidaya perikanan setempat. Sedangkan desa yang sudah dinyatakan layak tinggal, kini menunggu penetapan dari Pemerintah Pusat untuk mulai dibangun tahun ini. Sedangkan bantuan diutamakan bagi desa-desa yang lokasinya sudah memiliki embrio atau perkembangan budidaya perikanan, salah satunya budidaya ikan nila dan lele.

Victor menegaskan, meski ada beberapa desa di Kabupaten Malang membudidayakan ikan nila, namun program tersebut lebih didorong ke arah budidaya lele dengan beberapa pertimbangan. Di antaranya, produksi lebih ekonomis, dagingnya disukai banyak kalangan, dan duri tidak terlalu banyak, sehingga cocok untuk konsumsi anak-anak.

Berita Terkait :  Pencairan DD Siap Perbaiki Kualitas Ekonomi Pedesaan Kota Batu

Bantuan yang diterima meliputi sarana prasarana (sarpras) berupa kolam beton, pakan, dan bibit ikan, yang nilainya mencapai Rp1 miliar.  Penerima ditarget mampu memproduksi hingga 10 ton dalam satu kali panen. Dan sistemnya, menggunakan Recirculating Aquaculture System (RAS).

“Sistem ini membutuhkan biaya operasional cukup tinggi, terutama untuk pompa dan filter air atau sirkulasinya,” terangnya.

Dia menambahkan, dengan melalui Ditjen Perikanan Budidaya, KKP berupaya memastikan pasokan protein hewani dari sektor perikanan dapat terpenuhi langsung dari tingkat desa. Untuk mengejar efisiensi dan kecepatan panen dalam mendukung program pangan nasional, bantuan sarpras biasanya difokuskan pada komoditas air tawar yang populer, cepat tumbuh, dan tinggi nutrisi. Seperti ikan lele dan Nila, karena memiliki siklus budidaya yang relatif pendek dan sangat adaptif di berbagai wilayah Indonesia. Sedangkan untuk ikan patin dan gurami sebagai alternatif variasi menu protein untuk anak-anak sekolah dan masyarakat.

“Untuk menekan beban biaya produksi tersebut, efisiensi harus dimaksimalkan. Salah satu caranya yakni dengan memaksimalkan kepadatan tebar benih. Khususnya pada komoditas lele agar hasilnya sebanding dengan biaya yang dikeluarkan,” tutur Victor. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!