Gandeng HGI Shanghai, Siapkan Generasi Talenta Digital Berstandar Global
Dindik Jatim, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur terus memperkuat pendidikan vokasi utamanya dalam kompetensi pengembangan talenta digital. Komitmen ini dibuktikkan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan HGI Research Centre yang merupakan anak perusahaan BOKE Elestronik pada 11 Juni lalu di Shanghai, China.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., mengungkapkan kerja sama ini difokuskan dalam mengeksplorasi program-program konkret di bidang integrasi pendidikan dan industri, pengembangan talenta digital, kemitraan sekolah dengan dunia usaha, serta program pertukaran dan kolaborasi internasional.
Penandatanganan LoI dilakukan dalam rangkaian kunjungan resmi delegasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ke Shanghai, Tiongkok, pada 8-12 Juni 2026. Dalam kegiatan itu, dilakukan juga serangkaian diskusi, kunjungan lapangan, dan pertukaran pengetahuan bersama HGI Research Centre serta kunjungan ke sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai.
Menurut Aries industri digital kini telah menjadi arah penting bagi pertumbuhan ekonomi. “Melalui kolaborasi dengan HGI Research centre dan sejumlah kampus vokasi terkemuka di Shanghai, Jawa Timur berharap dapat mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi serta berwawasan internasional demi mendukung peningkatan skala industri regional,” tegasnya, Selasa (16/6).
Selama kunjungan, Dindik Jatim dan HGI Research Centre melakukan diskusi mendalam mengenai integrasi dunia industri dan pendidikan, penyusunan kurikulum bersama, hingga sertifikasi keterampilan vokasi internasional.
Salah satu topik utama yang mendapat perhatian adalah konsep “Chinese + Class Skill”, yakni model pembelajaran yang mengintegrasikan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional dalam konteks industri nyata. “Pendekatan ini merupakan pembelajaran bahasa yang dipadukan dengan praktik di bidang desain gim, media digital, produksi konten, dan industri kreatif lainnya,”ujarnya.
Dengan begitu, kata dia, murid tidak hanya memperoleh kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan komunikasi lintas budaya yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja global.
Aries juga menyebut, dalam kunjungannya ke Shanghai, berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pengembangan kurikulum bersama, sertifikasi keterampilan vokasi internasional, penguatan kemitraan sekolah dan industri, hingga pengembangan talenta di sektor ekonomi digital dan industri kreatif juga digagas bersama.
Menurutnya, BOKE Electronic selama ini telah menjalin berbagai kerja sama pendidikan dengan pemerintah di Tiongkok. Melalui jaringan tersebut, perusahaan mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjajaki kolaborasi pendidikan vokasi yang lebih luas.
“Kami diundang langsung untuk melihat model pendidikan vokasi yang mereka kembangkan. Seluruh kunjungan juga difasilitasi oleh pihak BOKE. Mereka berharap kerja sama ini dapat segera diimplementasikan, khususnya dalam peningkatan kompetensi guru dan murid di bidang digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), serta berbagai program vokasi lainnya,” ungkap Aries.
Selain mengikuti diskusi dan simposium, delegasi Jawa Timur juga mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi, antara lain Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College.
Anggota delegasi melihat secara langsung implementasi integrasi pendidikan dan industri di berbagai bidang, mulai dari animasi dan produksi gim, media digital, penerapan kecerdasan buatan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian dan pengembangan bbersam
Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, mengatakan pendidikan vokasi pada dasarnya tidak hanya berfokus pada penguasaan alat atau teknologi tertentu. “Pendidikan vokasi bukan sekadar mengajarkan penggunaan alat, tetapi membantu siswa memahami cara industri bekerja dan proyek dijalankan. Di era AI, perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang bisa menggunakan AI, tetapi yang mampu memanfaatkannya secara efektif.
Karena itu, HGI Research Centre berkomitmen membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia,” jelas Wang Chen.
Melalui kolaborasi ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan HGI Research Centre berharap dapat memperluas akses bagi generasi muda untuk memperoleh keterampilan yang relevan, wawasan global, dan pengalaman belajar yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri. Dengan semangat yang sama untuk mendorong inovasi pendidikan, kedua pihak optimistis kerja sama ini akan turut mempersiapkan talenta-talenta masa depan yang mampu bersaing dan berkontribusi di era ekonomi digital. [ina.wwn]


