32.2 C
Sidoarjo
Wednesday, June 17, 2026
spot_img

Bupati Tinjau Perbaikan Dua Jembatan Rusak, Akses Ribuan KK Segera Pulih

Situbondo, Bhirawa – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau pembangunan Jembatan Gantung Sungai Kesambian di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Bungatan, yang menghubungkan Dusun Krajan dan Dusun Bantapen, Kabupaten Situbondo.

Rusaknya jembatan penghubung itu sempat mengganggu aktivitas masyarakat di kedua dusun. Warga harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga mengakses layanan publik.

Saat meninjau lokasi, Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu memastikan pembangunan berjalan sesuai target. Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang 34 meter dan lebar 2 meter.

Menurut Mas Rio, pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memulihkan akses masyarakat yang terdampak bencana sekaligus memastikan aktivitas warga dapat kembali normal.

“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik yang menghubungkan dua dusun. Yang paling penting adalah menghubungkan aktivitas ekonomi warga, akses anak-anak menuju sekolah, serta memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya,” ujar Mas Rio.

Mas Rio kembali menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mempercepat pembangunan jembatan agar segera dapat digunakan warga.

“Setelah jembatan lama rusak diterjang banjir, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih jauh. Karena itu kami ingin akses ini segera pulih. Ketika konektivitas terjaga, roda perekonomian masyarakat juga akan bergerak lebih baik,” katanya.

Berita Terkait :  Sekitar 90 Siswa SR Lamongan Berencana Belajar Sementara di Gedung Permanen SR Gresik

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman (PUPP) Kabupaten Situbondo, Abdul Kadir, menjelaskan pembangunan Jembatan Gantung Kesambian menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah setelah kerusakan yang ditimbulkan banjir awal tahun lalu memutus akses masyarakat.

Menurut Kadir, jembatan dengan panjang 34 meter dan lebar 2 meter itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga sekaligus memberikan tingkat keamanan yang lebih baik dibanding kondisi sebelumnya.

“Pembangunan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat. Begitu akses terputus akibat banjir, kami melakukan identifikasi dan perencanaan agar jembatan dapat segera dibangun kembali,” kata Kadir.

Ia menambahkan, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan manfaat langsung bagi ribuan kepala keluarga yang selama ini bergantung pada jalur penghubung antara Dusun Krajan dan Dusun Bantapen.

“Kedatangan kita kali ini sekaligus untuk memastikan kualitas konstruksi dan aspek keselamatan yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dusun Krajan, Ilyas, mengatakan keberadaan jembatan tersebut sangat dinantikan warga. Sejak jembatan lama ambrol diterjang banjir awal tahun 2026, masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jembatan yang lama rusak dan terbawa arus banjir pada awal tahun. Sejak itu warga harus mencari jalan lain yang lebih jauh. Karena itu masyarakat sangat bersyukur ketika pembangunan kembali jembatan ini mulai dilakukan,” kata Ilyas.

Menurut dia, untuk Dusun Krajan saja hampir seribu kepala keluarga akan merasakan manfaat langsung dari keberadaan jembatan baru tersebut. Selain mempersingkat waktu tempuh, jembatan juga meningkatkan keamanan warga saat melintasi Sungai Kesambian.

Berita Terkait :  2024, Rutan Situbondo Berjalan Maksimal Soal Pelayanan Kesehatan, Keagamaan dan Keamanan

“Totalnya, kurang-lebih seribu kepala keluarga yang akan terbantu. Jembatan ini menjadi akses utama masyarakat dari Dusun Krajan ke Dusun Bantapen. Kalau sudah selesai, aktivitas warga tentu akan jauh lebih mudah,” ujarnya.

Usai meninjau pembangunan Jembatan Gantung Kesambian, Mas Rio melanjutkan kunjungannya ke Desa Jetis, Kecamatan Besuki, untuk melihat kondisi Jembatan Heli yang juga menjadi salah satu akses penting masyarakat setempat. Jembatan tersebut memiliki panjang 15 meter dan lebar 3 meter.

Mas Rio meminta perangkat daerah terkait memastikan kondisi infrastruktur tetap terjaga dan aman digunakan masyarakat. Menurut dia, jembatan-jembatan penghubung antarwilayah memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga.

“Kita ingin memastikan seluruh infrastruktur yang menjadi urat nadi masyarakat dapat berfungsi dengan baik. Baik yang sedang dibangun maupun yang sudah ada harus terus dipantau kondisinya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Rio.

Sementara itu, Kadir mengatakan peninjauan ke Jembatan Heli dilakukan untuk memetakan kebutuhan pemeliharaan dan memastikan kondisi konstruksi masih layak digunakan masyarakat.

“Seluruh infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus mendapat perhatian. Karena itu kami terus melakukan monitoring agar fungsi jembatan tetap optimal dan mampu menunjang aktivitas warga,” ujarnya.

Rangkaian peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mempercepat pemulihan dan penguatan infrastruktur pascabencana sekaligus mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.

Berita Terkait :  Lakukan Penanaman Jagung Serentak Satu Juta Hektar, Madiun Mendukung Swasembada Pangan

Bagi warga Desa Sumber Tengah dan Desa Jetis, keberadaan jembatan yang layak menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga kelancaran aktivitas sehari-hari serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!