26.7 C
Sidoarjo
Tuesday, June 16, 2026
spot_img

Kasus TBC Meningkat, Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Tak Takut Periksa TBC

Pemkot Mojokerto, Bhirawa
Kasus penderita penyakit TBC di Kota Mojokerto terhitung 3 tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Untuk menekan hal ini, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menggelar Radiasi Pemula ( Rapat Koordinasi Atasi TBC dan Penyakit Menular Lainnya) bertempat di Kelurahan Pulorejo, senin 15/6/26.

Tercatat sejak tahun 2023 kasus penderita TBC di Kota Mojokerto mengalami tren kenaikan dari 757 kasus tahun 2023. Tahun 2024 naik menjadi 864 kasus dan tahun 2025 naik lagi menjadi 869 kasus.

Untuk itu Wali Kota mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tuberkulosis (TBC). Dihadapan berbagai unsur masyarakat yang hadir, mulai dari LPM, kader motivator kesehatan, kader TBC, PKK, TNI-Polri, Pokja Kelurahan Sehat, ketua RT, hingga tokoh masyarakat.

Untuk itu mereka diajak bersama-sama membantu menemukan kasus TBC lebih dini dan mendampingi warga yang sedang menjalani pengobatan. Karena penyakit ini, (TBC) masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian bersama. Sebab, penyakit ini bisa menular dengan mudah melalui udara jika tidak segera ditangani.jelasnya

Selain itu Ning Ita, juga menambahkan jika masih ada masyarakat yang takut atau malu memeriksakan diri ketika mengalami gejala TBC. Padahal, semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk sembuh dan mencegah penularan kepada orang lain.

“TB bukan aib dan tidak perlu disembunyikan. Kalau ada yang sakit, justru harus segera diperiksa dan diobati sampai tuntas agar tidak menular ke keluarga maupun orang di sekitar,” tuturnya.

Berita Terkait :  Perluas Jangkauan dan Sasaran MBG, Wali Kota Mojokerto Resmikan SPPG

Untuk membantu menemukan kasus TBC lebih cepat, Pemkot Mojokerto kini memiliki alat rontgen portabel atau portable X-ray yang bisa dibawa ke berbagai lokasi. Alat tersebut akan digunakan untuk pemeriksaan warga di puskesmas maupun di kelurahan.

Ning Ita juga meminta para ketua RT, kader kesehatan, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat untuk ikut mengedukasi warga. Selain penderita TBC, anggota keluarga yang tinggal serumah juga diharapkan bersedia menjalani pemeriksaan agar penularan bisa dicegah sejak dini.

“Penanganan TB tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Butuh dukungan semua pihak. Kalau masyarakat sehat, anak-anak bisa belajar dengan baik, warga bisa bekerja dengan nyaman, dan kehidupan menjadi lebih sejahtera,” pungkasnya.[min,oky.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!