26 C
Sidoarjo
Tuesday, March 3, 2026
spot_img

Hibah Eurasia Foundation Hadirkan 15 Akademisi Bahas Perdamaian Global


Surabaya, Bhirawa
Ketua Panitia Kuliah Tamu Eurasia International Lecture sekaligus Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Drs Cuk Yuana, menyebut kegiatan kuliah tamu internasional yang menghadirkan akademisi Jepang merupakan bagian dari hibah Eurasia Foundation yang ditujukan bagi mahasiswa lintas bidang ilmu.

Menurutnya, tema yang diangkat pada kegiatan kali ini adalah pembentukan karakter generasi muda yang cinta perdamaian melalui pendekatan lintas budaya. Tema tersebut dipilih sebagai respons atas dinamika global yang dinilai semakin rawan konflik.

“Kami mengangkat tema besar perdamaian dunia. Bagaimana menjaga perdamaian itu dengan menggerakkan dan mendidik generasi muda agar memiliki kontribusi nyata,” ujarnya usai kuliah tamu di Untag Surabaya, Selasa (3/3).

Cuk Yuana menjelaskan, pada tahun 2026 pihaknya kembali memperoleh hibah dari Eurasia Foundation dengan dukungan yang lebih besar. Melalui hibah tersebut, panitia menghadirkan 15 pemateri yang berasal dari berbagai negara dan perguruan tinggi.

Para pemateri tersebut berasal dari Kamboja, Jepang, dan Korea, serta akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Udayana Denpasar, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Surabaya. Selain itu, dua pemateri merupakan dosen internal dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag).

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa sekaligus membentuk karakter generasi muda sebagai penerus bangsa dan dunia. “Mahasiswa adalah generasi penerus. Kalau tidak dimulai dari generasi muda, siapa lagi yang akan memikirkan perdamaian dunia,” tegasnya.

Berita Terkait :  2000 Mahasiswa Kabupaten Sidoarjo dapat Beasiswa Dalam Negeri dan Tujuh Mahasiswa di Luar Negeri

Cuk Yuana juga menyebut bahwa di Indonesia hanya beberapa perguruan tinggi yang memperoleh hibah untuk penyelenggaraan kuliah umum dari Eurasia Foundation, di antaranya Universitas Makassar dan Untag.

Selanjutnya, program serupa juga akan digelar di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) Jakarta.

Ia menilai, situasi global saat ini menunjukkan kerentanan yang tinggi terhadap konflik, mulai dari perang di Ukraina, konflik di Jalur Gaza, hingga serangan Amerika terhadap Iran. Kondisi tersebut menjadi latar belakang pengajuan proposal bertema perdamaian dunia.

“Fenomena global saat ini sangat rawan. Pemerintah memang telah memberikan bantuan, tidak hanya materiil tetapi juga militer. Namun itu saja tidak cukup. Pemikiran generasi muda juga sangat dibutuhkan dalam menjaga perdamaian,” katanya.

Menurutnya, perdamaian harus menjadi katalisator yang menggerakkan kolaborasi lintas bangsa dan lintas budaya. Melalui forum akademik ini, diharapkan mahasiswa mampu berkontribusi dalam membangun gagasan dan solusi demi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!