Ratusan lebih prajurit mengikuti kegiatan Bimtek Ketahanan Pangan Kodam V Brawijaya di Kompi Kodim 0812 Lamongan. suprayitno/bhirawa.
Lamongan, Bhirawa – Sebanyak 275 peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan Terpusat Kodam V/Brawijaya mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Kompi Produksi Kodim 0812/Lamongan, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka dan ditandai dengan penyambutan peserta oleh Komandan Kodim (Dandim) 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo. Peserta berasal dari perwakilan jajaran Kodim serta Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di bawah naungan Kodam V/Brawijaya.
Dandim 0812/Lamongan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pimpinan komando atas yang menunjuk Kodim 0812/Lamongan, khususnya Kompi Produksi, sebagai lokasi penyelenggaraan Bimtek ketahanan pangan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan melalui pendekatan pembinaan teritorial.
“Pemanfaatan Kompi Produksi sebagai pusat Bimtek merupakan langkah nyata dalam mentransformasi peran prajurit teritorial. Prajurit tidak hanya dituntut menguasai taktik teritorial, tetapi juga memiliki kemampuan praktis di bidang pertanian modern,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari Mabesad dan Kodam V/Brawijaya. Di antaranya Paban III/Konsos Sterad Kolonel Inf Heri Bambang Wahyudi, Pabandya Gulben Spaban III/Konsos Sterad Letkol Inf Hasan Dasuki, serta Pabanda Wanwil Sterdam V/Brw Kapten Inf Ali Mahmud.
Kehadiran jajaran tersebut sekaligus menjadi bagian dari asistensi teknis dan pengawasan pelaksanaan Bimtek. Sinergi antara Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) dengan satuan kewilayahan diharapkan mampu memperkuat implementasi program ketahanan pangan di berbagai daerah.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan sejumlah materi aplikatif. Materi tersebut meliputi tata kelola lahan secara efisien, diversifikasi tanaman pangan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor pertanian.
Pembekalan tersebut diarahkan agar para Babinsa dan personel TNI yang bertugas di wilayah dapat memiliki kemampuan untuk mendampingi sekaligus mentransfer pengetahuan kepada kelompok tani.
Kolonel Inf Heri Bambang Wahyudi menekankan pentingnya posisi prajurit sebagai agen perubahan di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung petani meningkatkan produktivitas pertanian.
“Melalui Bimtek ini, para personel diharapkan mampu mentransfer pengetahuan teknis kepada kelompok tani sehingga dapat menunjang peningkatan produktivitas hasil panen secara berkelanjutan,” katanya.
Lamongan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Bimtek karena memiliki potensi besar di sektor pertanian dan dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur.
Keberadaan fasilitas pelatihan dan lahan percontohan di Kompi Produksi Kodim 0812/Lamongan dinilai dapat menunjang proses pembelajaran peserta, terutama melalui praktik secara langsung di lapangan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi pembukaan hingga pemaparan materi awal. Selain menerima materi, peserta juga mengikuti diskusi interaktif dan simulasi teknis pengelolaan lahan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal bagi setiap perwakilan Kodim dan Yonif TP untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di satuan masing-masing.
Rangkaian pembukaan Bimtek kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas Kompi Produksi oleh Dandim 0812/Lamongan bersama rombongan Sterad dan Sterdam V/Brawijaya.
Melalui kegiatan tersebut, TNI AD berharap lahir prajurit teritorial yang memiliki kompetensi di bidang pertanian sekaligus mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat dalam mendukung terwujudnya kemandirian dan ketahanan pangan nasional. [yit.hel].

