26.6 C
Sidoarjo
Monday, August 10, 2026
spot_img

Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Pasuruan Tangkal Hoaks dan Narasi Provokatif di Era Digital


Pasuruan, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak generasi muda untuk memperkuat semangat persatuan dan tidak mudah terpengaruh hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, maupun narasi provokatif yang berpotensi memecah belah bangsa di era digital.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat membagikan ratusan Bendera Merah Putih bersama Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha kepada seluruh civitas akademika Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan di Jalan Erlangga Selatan, Purworejo, Kota Pasuruan, minggu lalu.

Menurut Khofifah, tantangan dalam menjaga keutuhan bangsa saat ini tidak lagi hanya bersifat fisik. Pesatnya perkembangan teknologi informasi juga membawa tantangan baru berupa derasnya penyebaran berbagai informasi yang belum tentu benar dan dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Karena itu, semangat persatuan dan nilai Bhinneka Tunggal Ika harus terus ditanamkan kepada generasi muda sebagai benteng menghadapi berbagai ancaman perpecahan di ruang digital.

“Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupkan. Bendera Merah Putih adalah salah satu hal yang mempersatukan kita semua dari berbagai perbedaan. Di antara kita semua, kita memiliki bendera yang sama,” katanya.

Khofifah menegaskan, pembagian dan pengibaran Bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial dalam menyambut Bulan Kemerdekaan. Lebih dari itu, Merah Putih merupakan simbol persatuan yang menyatukan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial.

Berita Terkait :  Pemkot Madiun Komitmen Ciptakan Pemilu Aman dan Damai

Ia menilai pemahaman terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan juga penting untuk memperkuat kesadaran generasi muda dalam menjaga persatuan. Sebab, kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang, pengorbanan, dan persatuan seluruh elemen bangsa.

“Ketika generasi muda memahami bahwa kemerdekaan diraih melalui perjuangan yang panjang, mereka akan semakin menyadari bahwa persatuan dan kesatuan adalah modal utama untuk menjaga Indonesia tetap kuat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, suasana berlangsung penuh semangat ketika Khofifah mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Halo-Halo Bandung bersama-sama. Lantunan lagu perjuangan itu menggema di lingkungan Sekolah Rakyat, membangkitkan semangat kebangsaan sekaligus mengingatkan peserta pada perjuangan para pendiri bangsa dalam merebut kemerdekaan.

“Karena ini sudah memasuki bulan kemerdekaan, saya rasa ini momentum tepat untuk menggelorakan semangat kemerdekaan,” tuturnya.

Secara khusus, Khofifah menekankan pentingnya membekali para siswa Sekolah Rakyat dengan nilai perjuangan, kerja keras, disiplin, pantang menyerah, serta kemampuan menyaring informasi secara bijak. Generasi muda, kata dia, harus memiliki karakter yang kuat agar tidak mudah termakan isu negatif dan narasi provokatif yang berkembang di ruang digital.

Menurutnya, menjaga kemerdekaan pada masa kini dapat diwujudkan dengan cara yang berbeda sesuai perkembangan zaman. Jika para pahlawan terdahulu berjuang mengangkat senjata, generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, inovasi, dan kontribusi positif bagi bangsa.

Berita Terkait :  Bupati Nganjuk Rotasi 21 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

“Para siswa tidak ikut turun mengangkat senjata, tetapi mereka harus belajar dan berusaha keras untuk meraih prestasi, berinovasi, dan tidak mudah termakan isu negatif dan provokatif,” jelasnya.

Khofifah menambahkan, penanaman nilai perjuangan sejak dini menjadi penting, terutama bagi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi. Nilai tersebut diharapkan membentuk generasi yang memahami bahwa setiap cita-cita membutuhkan perjuangan dan pengorbanan.

“Kita perlu menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda. Anak-anak kita yang ada di Sekolah Rakyat ini akan belajar bahwa untuk mendapatkan sebuah kemerdekaan, sesuatu yang kita inginkan, ada perjuangan dan pengorbanan yang harus terus diupayakan,” katanya.

Melalui pembagian Bendera Merah Putih tersebut, Khofifah berharap rasa bangga dan cinta tanah air semakin tumbuh di kalangan generasi muda. Semangat kebangsaan itu diharapkan menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan, menghadapi tantangan era digital, sekaligus mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini adalah simbol dan motivasi bahwa masa depan bangsa ini, masa depan negara ini ada di tangan mereka. Mereka harus bertumbuh dengan baik, mendapatkan akses pendidikan yang setara dan layak. Indonesia Emas 2045 ada di tangan mereka,” pungkasnya. [ina]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!