Kota Batu,Bhirawa – Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto mendorong pengintegrasian inovasi petani muda, termasuk kultur jaringan dan pengolahan pasca panen. Hal ini perlu dilakukan agar Smart Integrated Farming (SIF) tidak hanya menjadi kawasan percontohan metodologi pertanian, tetapi turut memberi nilai tambah bagi produk pertanian Kota Batu.
Heli juga menyoroti ketersediaan air sebagai bagian penting keberlanjutan SIF. Apalahi SIF dirancang pada kawasan sekitar 2,59 hektare yang terbagi dalam 11 zona dan saling terhubung. Teknologi Internet of Things (IoT), dan sistem monitoring digital akan digunakan untuk mendukung pengelolaan pertaniab. “Sementara limbah dari satu aktivitas dapat dimanfaatkan untuk aktivitas lainnya,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).
Berkaitan dengan penerapan SIF, Pemerintah Kota Batu menggandeng akademisi Universitas Brawijaya. Adapun pengembangan Smart Integrated Farming merupakan rancangan konsep yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, perikanan. Dari integrasi tersebut, SIF menyiapkan pengolahan hasil hingga pemasaran dengan dukungan teknologi.
Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan SIF menjadi bagian dari upaya menjaga agar sektor pertanian di Kota Batu tetap tumbuh di tengah perkembangan Kota Batu sebagai daerah pariwisata. Menurutnya, pertumbuhan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pertanian agar tidak mengurangi peran petani dalam pembangunan kota.
“Mayoritas masyarakat Kota Batu memiliki keterkaitan dengan pertanian. Karena itu, petani harus tetap kita jaga. Pertanian juga harus kita siapkan menjadi pilihan masa depan bagi generasi muda,” kata Nurochman.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Batu berkomitmen l untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu mereka siap aktif melakukan penguatan sektor pertanian melalui kolaborasi lintas pihak. Dengan fokus pada pemanfaatan teknologi serta pemberdayaan petani, Pemkot optimis bisa mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Salah satu wujud kongkret Pemkot Batu dalam mendukung ketahanan pangan ini dengan aktif dalam kegiatan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Jawa Timur. Dalam hal ini, Wali Kota Heli ikut dalam pelaksanakan tanam benih jagung serentak yang digelar HKTI di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.
“Seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Heli. Dalam penenaman jagung ini Heli berkesempatan mempraktekkan tanam benih menggunakan alat tanam modern.
Hal ini menandai pembelajaran awal bagi Kota Batu sebagai simbol percepatan modernisasi sektor pertanian. Dengan pemanfaatan teknologi pertanian ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya, produktivitas hasil panen, sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian di Kota Batu. [nas.kt]

