Siswa salah satu SD di Tulungagung saat menjalani pemeriksaan CKG oleh Dinkes Kabupaten Tulungagung.
Tulungagung, Bhirawa. – Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tulungagung masih terbilang minim. Meski terjadi peningkatan dari bulan Juli lalu, saat ini capaian CKG baru 22 persen dari target 46 persen di akhir tahun 2026.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, Kamis (3/9), mengakui pemenuhan target 46 persen di akhir terasa berat. Namun dia masih optimis untuk memenuhi target tersebut.
“Agak berat memang karena tinggal empat bulan lagi. Tetapi, saya optimis (target tercapai), karena adanya dukungan langsung yang dipimpin Bapak Sekda,” ujarnya.
Dukungan dari Sekda Tulungagung itu, menurut dia, adalah koordinasi lintas sektoral untuk mempercepat cakupan CKG. Seperti penjadwalan CKG di seluruh OPD lingkup Pemkab Tulungagung, kecamatan, kelurahan dan desa serta di sekolah.
Desi Lusiana mengakui pula jika pada bulan lalu lebih fokus pemeriksaan CKG bagi pelajar di sekolah-sekolah. Meski pelaksanaannya belum optimal akibat kendala keterbatasan tenaga kesehatan.
“Untuk anak sekolah kemarin memang fokus kita di bulan Agustus, tetapi karena keterbatasan tenaga, belum selesai. Jadi diperpanjang sampai September,” terangnya.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan CKG, lanjut peremouan berjilbab ini, untuk kelompok usia produktif banyak ditemukan berpenyakit hipertensi dan diabetes melitus (DM). “Hal ini karena terkait dengan pola hidup,” katanya.
Sedang untuk kelompok pelajar, Dinkes Kabupaten Tulungagung masih melakukan pendataan sehingga belum dapat menyampaikan secara rinci jenis penyakit yang paling banyak ditemukan.
“Kalau untuk yang kelompok lansia (lanjut usia), kondisi kesehatannya relatif lebih terpantau dibanding yang kelompok produktif, karena kelompok lansia rutin mengikuti kegiatan Prolanis (program pengelolaan penyakit kronis),” pungkasnya. [wed.hel].

