Pasuruan, Bhirawa
Estafet kepemimpinan administratif di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan memasuki babak baru. Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo resmi menunjuk Lucky Danardono sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pasuruan, menyusul perombakan struktur birokrasi besar-besaran yang dilakukan pekan lalu.
Penunjukan ini tertuang dalam Surat Perintah Pelaksana Harian Nomor 800.1.3.1/95/202/PLH/2026 yang diterbitkan oleh Wali Kota.
Lucky, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan, dipercaya untuk mengisi kekosongan jabatan tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di tingkat kota tersebut guna menjaga ritme kerja pemerintahan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pasuruan, Supriyanto, mengonfirmasi menyampaikan langkah itu diambil untuk memastikan pelayanan publik dan administrasi pemerintahan tetap berjalan tanpa kendala pascamutasi pejabat.
“Penunjukan Plh itu sudah dilakukan sejak setelah mutasi pekan lalu,” tandas Supriyanto saat dikonfirmasi pada Kamis (7/5).
Meski Lucky telah menjalankan tugas harian, posisi tersebut bersifat sementara. Supriyanto menjelaskan bahwa masa jabatan Plh akan berakhir begitu Penjabat (Pj) Sekda resmi dilantik.
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, pengangkatan Pj Sekda memerlukan mekanisme formal yang melibatkan pemerintah provinsi.
Saat ini, Pemerintah Kota Pasuruan telah melayangkan usulan nama Pj Sekda kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, jadwal pelantikan masih bergantung pada turunnya surat persetujuan dari Gubernur Jawa Timur.
“Pj Sekda sendiri dilantik harus berdasarkan persetujuan gubernur. Kami belum bisa memastikan kapan persetujuan itu turun, bisa dalam beberapa hari ke depan atau lebih lama lagi. Nanti Pj Sekda itu juga akan melalui proses pelantikan resmi,” imbuh Supriyanto.
Langkah pengisian jabatan Plh Sekda ini merupakan imbas dari kebijakan mutasi besar-besaran yang digulirkan Pemkot Pasuruan. Tercatat, sebanyak 139 pejabat mengalami pergeseran posisi dalam gerbong mutasi kali ini.
Dari ratusan nama tersebut, perhatian publik tertuju pada enam pejabat tinggi pratama atau eselon II yang turut dirotasi. Perubahan paling signifikan adalah jabatan Sekretaris Daerah yang sebelumnya diemban oleh Rudiyanto.
Dalam mutasi terbaru ini, Rudiyanto kini dipercaya mengemban amanah baru sebagai Staf Ahli Bidang Sosial dan Budaya. Pergeseran posisi Sekda ke jabatan staf ahli sering kali dipandang sebagai bagian dari penyegaran organisasi atau upaya strategis kepala daerah dalam memperkuat akselerasi program pembangunan. [hil.dre]


