29.2 C
Sidoarjo
Thursday, May 7, 2026
spot_img

Usung Pendidikan Global di Timor Tengah Selatan


Surabaya, Bhirawa
Usai dilantik sebagai kepala SMA Unggul Garuda Baru beberapa waktu lalu oleh Mendiktisaintek, Marta Mila Sugesti, menyiapkan peta jalan 100 hari kerja. Mantan guru SMAN 1 Tanggul Jember ini ditempatkan di Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT). Peta kerja ini, kata Marta sebagai langkah strategis dalam penguatan kualitas pendidikan berbasis riset, teknologi, dan kompetensi global.

Mila sapaan akrabnya, menyampaikan, pengalamannya mengikuti berbagai program internasional, termasuk pelatihan kepala sekolah berbasis kecerdasan buatan (AI) di Beijing, semakin memperkuat pandangannya tentang pentingnya kepemimpinan pendidikan yang adaptif dan berwawasan global.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak kepala sekolah unggul yang mampu berpikir global, bertindak lokal, dan memberi dampak sistemik,” ujarnya, Kamis (7/5).

Dalam rencana kerjanya, perempuan kelahiran Situbondo 13 Maret 1977 ini membagi program 100 hari ke dalam tiga fase utama. Pada fase pertama atau konsolidasi (hari ke-1 hingga 30), fokus diarahkan pada audit fasilitas, sumber daya manusia, serta penguatan pembelajaran berbasis STEM.

Selain itu, dilakukan rapat pleno untuk menyelaraskan visi dengan Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025 serta pertemuan dengan para pemangku kepentingan.

Selanjutnya pada fase aktivasi (hari ke-31 hingga 60), akan dilakukan peluncuran sistem manajemen pembelajaran (LMS) dan sistem pelaporan keuangan sekolah (ERP).

Ia juga merancang aktivasi zona berbahasa Inggris di lingkungan sekolah, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) untuk pencegahan perundungan dan penguatan aspek nutrisi siswa.

Berita Terkait :  Peringati Hari Pahlawan 10 November, SD Muhammadiyah 24 Surabaya Gelar Edukasi Mitigasi Bencana

Memasuki fase ekspansi (hari ke-61 hingga 100), kepala sekolah lulusan S2 Pendidikan Matematika program Sandwich Yang Zhou University, China ini menargetkan terjalinnya nota kesepahaman dengan perguruan tinggi dan dunia industri. Selain itu, akan disusun laporan analisis pendidikan dan laporan akuntabilitas sebagai bentuk transparansi kinerja.

Dalam prioritas strategisnya, Mila menekankan pentingnya pendalaman riset dan penguasaan bahasa internasional dibandingkan materi normatif yang luas. Ia juga menaruh perhatian pada pengembangan pendidikan di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) sebagai upaya mengurangi kesenjangan.

Sebagai bentuk komitmen, ia berencana menghapus program-program seremonial yang tidak berdampak langsung. Anggaran sekolah akan difokuskan pada peningkatan kapasitas guru serta penguatan fasilitas riset sesuai standar International Baccalaureate Diploma Programme (IB DP).

Adapun target terukur yang ingin dicapai adalah lulusan yang memiliki kompetensi inti untuk memasuki bidang strategis di tingkat sarjana, seperti kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan bioteknologi.

“Output pendidikan harus relevan dengan kebutuhan masa depan. Karena itu, siswa perlu dibekali kemampuan yang sesuai dengan perkembangan global,” tegasnya.

Ia berharap dengan jabatan baru yang diemban ini dapat menjadi salah satu kontribusinya dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkarakter. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!