31.7 C
Sidoarjo
Tuesday, November 3, 2026
spot_img

Suarakan Kampus Aman Melalui Konten Kreatif di PL-PPKPT Untag Surabaya

Surabaya, Bhirawa – Tidak hanya aturan yang harus dipatuhi, tetapi juga informasi yang sampai ke orang yang tepat dengan cara yang mudah dipahami adalah kunci untuk kampus yang aman. Barangkali seperti itu pelajaran berharga yang didapatkan mahasiswa  Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Muchammad Rizky Pratama, saat magang sebagai pencipta konten dan penerjemah di Pusat Layanan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PL-PPKPT) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

“Itu adalah pelajaran terpenting yang Rizky pelajari. Magang berlangsung dari 10 Agustus hingga 6 Oktober 2026,” ujar Rizky.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan spesialisasi Broadcasting, Rizky ingin melihat langsung bagaimana sebuah organisasi mengelola media sosial dan website, membuat konten edukatif, dan membuat strategi publikasi. Artikel ini memberikan ringkasan tentang pengetahuan dan pekerjaan yang Rizky lakukan. Untuk membuat kampus menjadi tempat yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, PL-PPKPT adalah unit kerja khusus. Untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika tentang hak asasi manusia dan kesetaraan, lembaga ini rutin mengadakan sosialisasi dan edukasi.

Selain mencegah, PL-PPKPT memberikan bantuan hukum dan psikologis kepada korban, mengelola kanal pelaporan yang aman dan rahasia, dan menyusun rekomendasi kebijakan pencegahan untuk rektorat. Anggotanya terdiri dari perwakilan dari guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang telah melalui pelatihan dan seleksi khusus. Penanganannya sangat luas. tidak hanya kekerasan seksual, tetapi juga kekerasan fisik, psikis, perundungan, diskriminasi, dan intoleransi, baik secara elektronik maupun nonelektronik.

Berita Terkait :  Kepala Disdik Kota Probolinggo Tegaskan Akan Nonaktifkan Operator Jika Ditemukan Kecurangan PPDB di Servernya

Perencanaan adalah kunci pekerjaan. Selama minggu pertama, Rizky belajar tentang website PL PPKPT, termasuk menu apa yang tersedia dan bagaimana informasi disampaikan kepada pengunjung. Minggu berikutnya, Rizky belajar tentang mengatur konten, yaitu menentukan topik, tujuan, dan jadwal publikasi untuk Instagram dan website.

Topik yang dipilih berangkat dari kebutuhan sivitas akademika: pengenalan bentuk-bentuk kekerasan,  hak korban,  cara melapor  dan pentingnya menciptakan ruang aman

Formatnya beragam, yaitu poster digital, infografik, video pendek, dokumentasi kegiatan, dan artikel. Bahasa dan visualnya disesuaikan agar mudah dipahami mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Pekerjaan tidak terbatas pada menghabiskan waktu di depan computer, Rizky ikut di minggu pertama, mencatat sosialisasi PL-PPKPT dengan siswa Fakultas Kedokteran Untag Rizky membantu membuat video recap kegiatan PL-PPKPT di minggu ketiga. PKKMB universitas dan memberi mahasiswa kartu identitas PL-PPKPT terbaru. Dari sini Rizky mengembangkan bagian TATAG, yang merupakan singkatan dari Tanya Tanya Warga UNTAG, konten interaktif yang mendorong siswa baru untuk berpartisipasi.

Pada minggu keempat, Rizky merevisi beberapa desain berdasarkan masukan pembimbing, terutama soal font, layout, dan warna. Rizky juga membuat video pendek tentang pentingnya mencegah kekerasan, mulai dari ide, naskah, pengambilan gambar, pemilihan audio, hingga penyuntingan. Pelajarannya jelas: video butuh perencanaan yang jauh lebih matang daripada poster atau infografik, sehingga daftar konten dan kebutuhan produksi harus siap sebelum syuting.

Berita Terkait :  Lewat Keramik, Dosen Unesa Ubah Keterbatasan Fisik jadi Karya Inspiratif

Minggu kelima difokuskan pada kampanye digital bertema kampus aman dan inklusif. Pesannya konsisten yakni  kenali bentuk kekerasan, jangan menyalahkan korban, hargai batasan pribadi, dan laporkan lewat saluran yang tersedia. Seluruh karya diarsipkan berdasarkan jenis dan tanggal agar mudah ditemukan Kembali.

Di minggu ketujuh, Rizky menulis artikel website tentang diskusi bersama DP3AK Jawa Timur. Berbeda dari artikel sebelumnya yang menekankan jalannya acara, kali ini sudut pandangnya adalah peserta yakni rasa antusias, wawasan baru, dan kesadaran tentang pentingnya kampus aman berbasis gender.

Pada minggu terakhir, Rizky memproduksi video edukasi “ABC 5 Dasar” untuk Instagram PL-PPKPT, yang mengajak sivitas akademika tidak takut dan tidak ragu mengadu jika mengalami atau mengetahui kekerasan dan pelecehan di kampus.

Membuat konten tentang kekerasan menuntut kehati-hatian ekstra. Dalam setiap karya, Rizky menjaga agar tidak ada adegan kekerasan yang berlebihan dan tidak ada identitas atau informasi sensitif tentang korban maupun pelapor. Pesan disampaikan secara edukatif dan persuasif, misalnya dengan mengajak talent untuk saling menghormati, berani berbicara, dan tahu ke mana harus mencari bantuan. Bahasa yang dipakai juga sengaja ramah, suportif, dan tidak menghakimi, supaya audiens merasa aman dan percaya untuk melapor. Sebelum dipublikasikan, semua konten diperiksa ulang agar akurat, sesuai tujuan PL-PPKPT, dan tidak melanggar prinsip kerahasiaan.  [why.kt]

Berita Terkait :  Pemkot Mojokerto Matangkan Kesiapan Program CKG Pelajar

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!