36.2 C
Sidoarjo
Tuesday, November 3, 2026
spot_img

Magang di Satgas PPKPT Untag Surabaya, Putri Belajar Menjaga Kampus Tetap Aman

Surabaya, Bhirawa – Banyak orang mengira magang hanya soal membantu pekerjaan kantor, namun tidak bagi Mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag Surabaya Putri Aprillia. Bagi Putri, magang di Pusat Layanan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PL-PPKPT) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya jauh lebih dari itu.

“Dari 10 Agustus sampai 6 Oktober 2026, Putri belajar bahwa menyampaikan pesan tentang kekerasan butuh ketelitian, empati, dan rasa tanggung jawab,” jelas Putri pada Bhirawa dalam sebuah kesempatan

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi peminatan Public Relations, Putri  ingin tahu bagaimana sebuah lembaga berkomunikasi dengan masyarakatnya. PL-PPKPT terasa pas karena lembaga ini aktif memberi edukasi tentang pencegahan kekerasan di kampus.

Di minggu pertama, Putri mengenal tugas lembaga ini, aturan etika komunikasi, dan alur pelaporan. Putri juga belajar tentang batasan informasi yang boleh dan tidak boleh dipublikasikan. Dari situ Putri sadar, menulis tentang kekerasan tidak boleh asal. Salah memilih kata bisa membuat orang salah paham, bahkan menyakiti korban.

Selama magang, Putri bekerja sebagai pembuat konten dan penulis artikel untuk website PL-PPKPT. Pekerjaan Putri antara lain: membuat poster digital dan infografik, menulis caption media sosial, menulis artikel berita dan artikel edukasi untuk website, membuat video pendek, menyusun kalender konten dan mengarsipkan hasil kerja.

“Tema yang kami angkat dekat dengan kehidupan mahasiswa, misalnya etika berkomunikasi di chat grup, cara melindungi diri saat berkenalan secara daring, dan bahaya oversharing informasi pribadi,” lanjut Putri lagi.

Berita Terkait :  Dukung Energi Nasional, ITS Buka Prodi S1 Teknik Pertambangan di Jalur Mandiri

Selama magang, Putri berusaha memakai bahasa yang ramah dan mudah dipahami. Tujuannya mengajak orang peduli, bukan menghakimi.

Pertama, setiap konten dan artikel harus diperiksa lebih dulu. Informasi harus benar, dan data pribadi harus dijaga. Pembimbing sering memberi masukan soal judul, tata letak, pilihan warna, sampai sumber informasi. Awalnya Putri merasa banyak sekali yang harus diperbaiki. Lama-lama Putri paham bahwa revisi adalah bagian dari belajar.

Berikutnya, Putri baru sadar bahwa video tidak bisa dibuat dadakan. Putri harus menyiapkan ide, naskah, daftar kebutuhan, pengambilan gambar, musik, dan penyuntingan. Kami juga memastikan video tidak menampilkan adegan kekerasan secara berlebihan dan tidak memuat identitas korban.

Dalam kampanye kampus aman dan inklusif, pesan yang sama perlu disampaikan lewat banyak media. Pesannya sederhana kenali bentuk kekerasan, jangan menyalahkan korban, hargai batasan orang lain, dan berani melapor. Informasi yang kita publikasikan bisa memengaruhi cara orang memahami suatu masalah. Karena itu, kita harus menulis dengan hati-hati dan bertanggung jawab.

Tentu ada tantangannya. Putri harus belajar memahami beberapa hal tentang kekerasan di perguruan tinggi. Putri juga harus bisa membagi waktu antara membuat desain, menulis artikel, dan merevisi pekerjaan. Saat meliput kegiatan, Putri belajar bahwa semua data, seperti nama kegiatan, waktu, tempat, dan pihak yang terlibat, harus dipastikan benar sebelum ditulis.

Berita Terkait :  Rakor PKPLK Dindik Jatim, Fokuskan Peningkatan Mutu SLB di Jatim

 Selama sekitar 40 hari, Putri belajar menyusun konsep konten, membuat desain, mendokumentasikan kegiatan, menulis artikel, menyunting video, dan merapikan arsip. Lebih dari itu, Putri belajar bahwa komunikasi publik punya sisi etika yang tidak boleh dilupakan.

Pengalaman ini mengubah cara Putri melihat peran komunikasi. Komunikasi bukan hanya soal tampilan menarik atau jumlah penonton, tetapi juga soal menjaga martabat orang lain. Putri berharap pengalaman ini bisa menjadi bekal Putri di dunia kerja nanti. Untuk teman teman mahasiswa, Putri ingin menyampaikan pesan yaitu kampus yang aman dibuat bersama sama. Kalau melihat atau mengalami kekerasan, baik langsung maupun lewat dunia maya, jangan diam. Layanan pengaduan PL-PPKPT Untag Surabaya siap membantu dan menjaga kerahasiaan pelapor. [why.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!