36.2 C
Sidoarjo
Tuesday, November 3, 2026
spot_img

Mahasiswa Universitas Ibrahimy Ajari Kajian Kitab Kuning Pada WBP Wanita Rutan

Situbondo, Bhirawa – Suasana penuh kekeluargaan, kehangatan, dan haru menyelimuti blok hunian wanita Rumah Tahanan Negara (Rutan) Situbondo. Di tengah keterbatasan ruang dan waktu, secercah cahaya kedamaian hadir melalui kegiatan sharing keagamaan yang diinisiasi oleh para peserta magang dari Universitas Ibrahimy. Kehadiran para mahasiswa ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para warga binaan wanita yang merindukan siraman rohani serta interaksi positif dengan dunia luar.

Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Suwono menjelaskan, kegiatan utama hari itu difokuskan pada pengkajian isi Kitab Sakinah Tunaja—sebuah kitab yang sarat akan tuntunan moral, pembentukan karakter, penguatan mental, serta pendalaman nilai-nilai kedamaian jiwa.

“Para peserta magang memandu jalannya diskusi dengan penuh kesabaran dan kelembutan, membedah setiap bait dan makna yang terkandung di dalam kitab agar dapat dengan mudah dipahami dan diaplikasikan sebagai pedoman hidup sehari-hari,” ungkap Suwono.

Para warga binaan wanita ini tampak menyimak setiap penjelasan dengan khidmat. Tak jarang, keheningan berubah menjadi momen refleksi diri yang mendalam ketika sesi tanya jawab dan sharing pengalaman dibuka.

“Ruang interaksi yang hangat tersebut tidak hanya mencairkan ketegangan, tetapi juga menjadi wadah bagi mereka untuk saling menguatkan, berbagi kisah penyesalan, serta memperbarui niat tulus untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Bagi para warga binaan, program pendampingan ini menjadi sarana penting untuk memelihara kesehatan mental dan spiritual selama menjalani masa pembinaan.

Berita Terkait :  Wujudkan Smart Green Campus, FTAB UB Pasang Meteran Air di Seluruh Gedung

Dijelaskan, bagi para mahasiswa peserta magang dari Universitas Ibrahimy, kegiatan ini memberikan pelajaran hidup yang luar biasa berharga.

“Mereka tidak hanya belajar mengaplikasikan ilmu keagamaan di tengah masyarakat, tetapi juga mengasah rasa empati secara langsung, memahami realitas sosial di lingkungan pemasyarakatan, serta menyadari bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri,” pungkas Wono, sapaan akrab Suwono.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!