27.9 C
Sidoarjo
Monday, November 2, 2026
spot_img

Lestarikan Budaya, Bupati Sumenep Dorong OPD Tak Abaikan Bahasa Madura

Pemkab Sumenep, Bhirawa. – Di usia ke-757 tahun, Kabupaten Sumenep dituntut tidak sekadar mencatat kemajuan pembangunan dan meraih berbagai penghargaan. Lebih dari itu, pemerintah daerah harus mampu memastikan setiap capaian pembangunan benar-benar memberikan manfaat dan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, di usia yang ke-757 Kabupaten Sumenep menjadi ruang evaluasi perjalanan panjang daerah sekaligus memperkuat komitmen untuk menuntaskan berbagai pekerjaan rumah pembangunan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Diusia 757 tahun menunjukkan panjangnya perjalanan sejarah Sumenep sebagai salah satu daerah tertua di Pulau Madura. Karena itu, bertambahnya usia harus menjadi penyemangat untuk membawa daerah semakin baik dalam berbagai aspek.

”Bagi kami, angka 757 adalah angka tua. Jadi memang Sumenep ini lebih tua dari kabupaten lainnya yang ada di Madura. Saya rasa dengan umur 757 tahun, harapannya ke depan Sumenep semakin baik dalam segala aspek,” kata Bupati Fauzi, Senin (2/11).

Menurut Bupati Fauzi, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari indikator keberhasilan maupun penghargaan yang diperoleh. Namun, harus tercermin melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Semangat yang terkandung di dalam tagline hari jadi harus menjadi landasan bersama untuk membangun optimisme dan mendorong kemajuan Sumenep ke depan.

”Tagline itu mendasari keyakinan kita bahwa ke depan semakin maju dan semakin sukses. Maka insyaallah masyarakat yang ada di Kabupaten Sumenep ini punya harapan yang sama,” katanya.

Berita Terkait :  Kejari Tuban Berhasil Kembalikan Separoh Kerugian Negara Dari Kasus Korupsi BUMD RSM

Bupati Fauzi juga turut menekankan pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Salah satu langkah yang disiapkan Pemkab Sumenep adalah memperkuat pelestarian Bahasa Madura melalui penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Bahasa Daerah.

Kemajuan pendidikan dan penguasaan bahasa asing tidak boleh menggerus kemampuan generasi muda dalam menggunakan bahasa ibu. Bahasa Madura harus tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus identitas masyarakat.

”Jangan sampai anak-anak kita hanya bisa berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Harus ada sesuatu yang berimbang, tentunya dengan melestarikan Bahasa Madura,” tegasnya.

Bupati dua periode ini juga berencana mendorong penggunaan Bahasa Madura di lingkungan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, penerapannya akan dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing instansi, termasuk latar belakang pejabat dan pegawainya yang tidak seluruhnya berasal dari Madura.

Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan kebudayaan lokal, sehingga pembangunan Sumenep tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga tetap berpijak pada sejarah, tradisi, serta identitas masyarakatnya.

”Ke depan, kami berharap tidak sebatas mengenang perjalanan masa lalu, melainkan menjadi momentum untuk menghadirkan Sumenep yang semakin maju, sejahtera, dan tetap berkarakter budaya Madura,” tukasnya. [sul.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!