36.2 C
Sidoarjo
Tuesday, November 3, 2026
spot_img

Bersama FKLPID, BLK Surabaya Libatkan Industri Susun Pelatihan Sesuai Kebutuhan Kerja

Pemprov, Bhirawa – UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Surabaya memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri melalui Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula UPT BLK Surabaya, Selasa (3/11/2026), ini diarahkan untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja sekaligus menekan pengangguran di Jawa Timur.

Plt Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran UPT BLK Surabaya, Bibiet Andriyanto mengatakan forum tersebut menjadi sarana menjembatani pencari kerja dengan kebutuhan nyata dunia industri. Karena itu, BLK membutuhkan masukan langsung dari perusahaan, khususnya bagian Human Resources (HR), mengenai kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.

Menurut Bibiet, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari jumlah peserta maupun sertifikat yang diterbitkan. Hal terpenting adalah kemampuan lulusan terserap di dunia kerja, baik sektor formal maupun informal.

Ia menjelaskan, BLK Surabaya berupaya melibatkan industri dalam penyusunan kurikulum, pembelajaran praktik, pemagangan, hingga pengujian kompetensi. Kerja sama tersebut diharapkan berlanjut melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), sehingga BLK dapat menyiapkan lulusan ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja.

Sementara itu, Instruktur UPT BLK Surabaya, Onie Meiyanto dalam pemaparannya menyampaikan UPT BLK Surabaya erus mendorong  transformasi pelatihan vokasi guna menjawab tantangan perubahan teknologi yang sangat cepat dan kebutuhan pasar kerja di Jawa Timur.

Di tengah tuntutan Industri 4.0 dan Era Society 5.0, di mana diperkirakan 39% keterampilan pekerja akan berubah, maka BLK Surabaya dihadapkan pada tantangan kesenjangan kurikulum, keterbatasan peralatan modern, serta perlunya peningkatan kapasitas instruktur. Untuk mengatasi hal tersebut, BLK Surabaya memperkuat sinergi melalui Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLIPD).

Berita Terkait :  Potensi Design Grafis Kota Malang Tembus Tingkat Nasional

Sebagai langkah konkret, UPT BLK Surabaya mengusung strategi Multi-Level Training Needs Analysis (ML-TNA) yang mengubah pola pelatihan dari berbasis ketersediaan (supply-driven) menjadi berbasis kebutuhan industri (demand-driven). Melalui analisis tiga tingkat yaitu makro, perusahaan, dan pencari kerja, dimana program pelatihan disusun agar lebih presisi.

Kerjasama ini melibatkan puluhan mitra industri untuk memvalidasi kurikulum, menyediakan instruktur praktisi, hingga memfasilitasi program pemagangan dan rekrutmen langsung.

Menghadapi arah pengembangan ke depan, fokus kejuruan akan terus ditransformasikan dengan mengintegrasikan kompetensi teknologi terkini dan green skills. Program unggulan seperti otomasi industri, teknisi kendaraan listrik (electric vehicle), energi terbarukan, hingga cybersecurity dan AI literacy disiapkan agar lulusan tidak hanya menguasai pengoperasian alat, tetapi juga mampu melakukan troubleshooting, analisis, dan beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Ke depan, UPT BLK Surabaya menegaskan bahwa transformasi tidak harus dimulai dari investasi peralatan mahal, melainkan dari kepastian bahwa program pelatihan menjawab kebutuhan nyata industri dan hasilnya terukur.

Melalui penguatan digital tracer study dan layanan penempatan, BLK Surabaya berkomitmen untuk tidak sekadar mencetak lulusan bersertifikat, melainkan melahirkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan produktif bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua FKLPID BLK Surabaya, Junaidi menekankan pentingnya penyelarasan antara lembaga pelatihan dan kebutuhan industri. Menurutnya, terdapat empat hal yang perlu diperkuat, yakni pemetaan kebutuhan jabatan, pelatihan berbasis tugas nyata, jalur penempatan kerja yang transparan, serta pembagian tanggung jawab yang terukur.

Berita Terkait :  Nasib Fira Ningsih, PMI Asal Situbondo Ditengah Perang Israel-Iran

Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi otomasi dan pemanfaatan AI sebagai alat bantu kerja. Selain kompetensi digital, prinsip ekonomi hijau perlu diterapkan melalui efisiensi energi, pengurangan limbah material, pengelolaan air, serta pemeliharaan peralatan industri.

Kegiatan yang dibiayai APBD Provinsi Jawa Timur 2026 melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim tersebut diikuti sekitar 40 peserta. Peserta terdiri dari perwakilan dunia usaha dan industri, instansi pemerintah, kecamatan, kelurahan, perguruan tinggi, serta SMK.

Melalui FKLPID, BLK Surabaya berharap terbangun kemitraan berkelanjutan mulai pemetaan kebutuhan tenaga kerja, pelatihan, uji kompetensi, hingga penelusuran lulusan atau tracer study. Dengan demikian, pelatihan vokasi tidak sekadar menghasilkan tenaga kerja bersertifikat, tetapi juga lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki peluang lebih besar terserap di dunia industri. [rac.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!