36.2 C
Sidoarjo
Tuesday, November 3, 2026
spot_img

Petirtaan Sumberbeji Satu-Satunya Cagar Budaya Peringkat Nasional di Jombang

Jombang, Bhirawa – Hingga kini, petirtaan kuno Sumberbeji yang berada di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang merupakan satu-satunya cagar budaya yang berstatus peringkat nasional di Kabupaten Jombang.

Hal tersebut disampaikan oleh peneliti yang juga anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang, Nona Nur Madina.

“Petirtaan ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dalam bentuk struktur,” kata Nona Nur Madina, Selasa (2/11/2026).

Seperti layaknya sebuah petirtaan, kata Nona, Petirtaan Sumberbeji digunakan untuk menyucikan diri.

“Baik untuk menyucikan fisik maupun jiwa,” tutur Nona Nur Madina.

Dia menyampaikan beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh Petirtaan Sumberbeji. Antara lain, memiliki tata kelola air yang sangat bagus, dan hingga kini debit airnya juga sangat tinggi.

“Bagaimana airnya bisa sederas itu, karena ada mata air yang masih terjaga kelestariannya, yang menghasilkan air yang akhirnya keluar dari Sumberbeji ini,” ujar Nona.

Menariknya imbuh dia, Petirtaan Sumberbeji tidak berada di hutan ataupun pegunungan, namun sumber airnya sangat bagus. Berbeda dengan patirtan di pegunungan, yang memang sumber air mata air pegunungan. Sedangkan Sumberbeji, ada di dataran rendah.

“Bahkan dikatakan PH airnya, itu juga mencapai hampir delapan,” ucap Nona.

Hal tersebut kata dia, leluhur pada zaman dahulu telah berpikir bahwa, jika membangun sebuah petirtaan, mereka pasti memilih mata air yang kualitas airnya bagus.

Berita Terkait :  Tingginya Angka Rumah Tidak Layak Huni di Sampang

“Yang kedua, bagaimana mereka membangun sebuah petirtaan itu long lasting (tahan lama), dan menjadi salah satu media tempat ritual peribadatan,” ungkap dia.

Nona Nur Madina kemudian menjelaskan soal sejarah yang terkandung dalam Petirtaan Sumberbeji.

Dari hasil penggalian atau ekskavasi, Petirtaan Sumberbeji diduga berasal dari masa Kerajaan Kadiri hingga masa Kerajaan Majapahit.

“Dilihat dari lapisan budaya dan temuan lepas yang ditemukan pada saat proses penggalian,” tutur Nona.

Lebih lanjut dia menyampaikan, masih terdapat pula satu keistimewaan yang dimiliki oleh Petirtaan Sumberbeji. Yakni, adanya arca Garuda yang masih menempel di dinding petirtaan, meskipun di setiap petirtaan memliki pancuran air dan ciri khas tersendiri tentang pancurannya.

“Sumberbeji kebetulan salah satunya pakai arca Garuda. Nah arca Garuda ini ditemukan dalam kondisi yang mash insitu (di tempat asalnya) dengan tertempel di lokasi aslinya,” beber Nona.

“Dan pahatannya sangat bagus. Arca Garuda itu ditampilkan dengan posisi berkibar. Ada arkeolog yang berpendapat bahwa posisi berkibar menandakan bahwa dia sudah berhasil mendapatkan kemenangan dari misinya, ” papar Nona.

Dikatakannya, keberadaan Garuda di Petirtaan Sumberbeji tak hanya sebagai arca saja, namun juga sebagai pancuran.

“Dari pancuran air itu tadi, mengucurkan air. Kalau di petirtaan, air adalah tirta yang digunakan untuk bersuci. Air tirta itu diibaratkan sebagai Air Amerta, air suci, air keabadian,” papar Nona. [rif.kt]

Berita Terkait :  Kodim Surabaya Timur Gelar Rangkaian Lomba Menyambut HUT ke-79 RI

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!