30.6 C
Sidoarjo
Sunday, August 2, 2026
spot_img

Stadion Kanjuruhan Baru Setahun Beroperasi Alami Kerusakan sebagian Bangunan

Kab Malang, Bhirawa – Anggota DPRD Kabupaten Malang telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stadion Kanjuruhan, di wilayah Kecamatan Kepanjen, kabupaten setempat, untuk memastikan informasi dari masyarakat terkait kerusakan sebagian kondisi bangunan stadion tersebut. Salah satunya kerusakan pada plafonnya yang berlubang dan sebagian ambrol dan lantai cor tempat duduk penonton (tribun) mengelupas.

Padahal, Stadion Kanjuruhan baru selesai pembangunannya pada 8 Maret 2025, sudah serah terima operasional, yang artinya stadion tersebut bisa dipakai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk kegiatan. Namun, sampai hari ini belum ada serah terima bangunan, sehingga Pemkab Malang tidak boleh menganggarkan perbaikan dan rehabilitasi karena masih jadi Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarok, Minggu (2/8), kepada wartawan, renovasi Stadion Kanjuruhan tersebut telah menghabiskan anggaran sebesar Rp335 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yang mana sebagai salah satu proyek termahal Kemen PU, yang saat itu diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Renovasi stadion Kanjuruhan itu, sebelumnya terjadi tragedi Kanjuruhan, pada 1 Oktober 2022.

“Tragedi tersebut akibat penembakan gas air mata ke arah tribun yang memicu kepanikan massal. Sehingga terdapat 135 orang meninggal dunia dan melukai ratusan orang supporter Aremania dan Aremanita,” terangnya.

Menurut Zulham, renovasi Stadion Kanjuruhan itu sebagai transformasi menjadi fasilitas olahraga yang aman, modern, dan bermartabat pasca-tragedi kelam, realita di lapangan justru menyuguhkan pemandangan yang memprihatinkan, lantaran bangunan megah yang sudah hancur sebelum resmi diserahterimakan. Namun, dengan kemegahan Stadion Kanjuruhan telah membuka tabir buruk kualitas pengerjaan proyek tersebut. Karena sejumlah titik vital menunjukkan kerusakan struktural yang mengindikasikan adanya indikasi penyelewengan mutu atau pengawasan yang bobrok. Hal ini kami ketahui setelah sidak kondisi bangunan Stadion Kanjuruhan.

Berita Terkait :  Bersama Petani, Dinas PU SDA Jatim Kibarkan Semangat Kedaulatan Pangan

Disampaikan, berdasarkan dokumen resmi Daftar Kerusakan Sarana Prasarana Stadion Kanjuruhan, telah kami temukan keretakan masif pada lantai tribun serta pengelupasan struktur beton di sejumlah titik vital, ditambah kondisi kursi penonton yang belum prima. Bahkan, terjadi kebocoran parah pada penutup atap tribun VIP, ruangan di lantai 4, hingga tribun penonton ekonomi. Dengan begitu, diduga kuat mengarah pada penggunaan material di bawah spesifikasi teknis (sub standard) atau kelalaian fatal dalam metode pemasangan.

“Kerusakan merata meliputi plafon ruangan yang jebol, fasilitas toilet dan cermin yang rusak parah, kerusakan pipa AC outdoor, hingga saluran pembuangan air (drainase) yang mengalami kebuntuan total,” paparnya. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!