31 C
Sidoarjo
Thursday, April 23, 2026
spot_img

Semangat Kartini Jadi Inspirasi Pembangunan, Bupati Bojonegoro Ajak Perempuan Terus Berkarya

Bojonegoro, Bhirawa
Meneladani perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan menjadi tonggak penting dalam pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, saat memimpin upacara peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4). Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Bupati mengajak seluruh masyarakat, khususnya perempuan, untuk terus berkarya, berdedikasi, dan berinovasi dalam berbagai bidang.

“Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya kaum perempuan, untuk terus berkarya, berkontribusi, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Upacara tersebut juga dirangkai dengan peringatan hari ulang tahun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Dalam kesempatan itu, Ketua Harian Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Nur Siti Hidayah membacakan sejarah singkat perjuangan Kartini.

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April 1879 dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan Nasyrah. Ia merupakan anak kelima dari 11 bersaudara yang berasal dari keluarga bangsawan Jawa yang memiliki pemikiran maju.

Kartini termasuk perempuan Indonesia yang berkesempatan mengenyam pendidikan Barat dan menguasai bahasa Belanda. Melalui kumpulan suratnya yang dibukukan dalam Habis Gelap Terbitlah Terang.

Kartini mengungkap kondisi perempuan pada masanya yang masih terbatas dalam mengakses pendidikan. Ia menilai perempuan belum mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Meski tidak diizinkan melanjutkan pendidikan ke Batavia maupun Belanda, Kartini tetap berkontribusi dengan mendirikan sekolah bagi anak-anak perempuan di sekitar tempat tinggalnya di Jepara.

Berita Terkait :  Ning Ita Dorong OPD Selaraskan Program dan Anggaran dalam Peta Jalan Kependudukan

Setelah menikah dengan KRM Adipati Ario Singgih Adhiningrat, ia juga mendapat dukungan untuk mendirikan sekolah di lingkungan Pendopo Kabupaten Rembang.

Namun, perjuangannya terhenti saat ia wafat pada usia 25 tahun, tak lama setelah melahirkan putranya pada 13 September 1904. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang.

Meski telah tiada, jasa Kartini tetap dikenang sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan kesetaraan gender dan hak pendidikan bagi perempuan.

Pemikirannya tentang pentingnya pendidikan diyakini menjadi kunci dalam meningkatkan derajat perempuan sekaligus memajukan bangsa.

Hingga kini, setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini untuk mengenang dan melanjutkan semangat perjuangannya dalam mewujudkan kesetaraan, kemanusiaan, dan persatuan di tengah masyarakat. [bas.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!