31.1 C
Sidoarjo
Wednesday, June 10, 2026
spot_img

Gus Salam Akui Dapat Dukungan Masif Untuk Maju Ketum PBNU

Jombang, Bhirawa – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengaku mendapat dukungan masif untuk maju sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada muktamar NU ke-35 tahun 2026.

Untuk diketahui, muktamar NU ke-35 rencananya bakal digelar pada Agustus 2026. Namun lokasi pelaksanaannya belum ditetapkan.

Sebelum muktamar, agenda dimulai dengan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada 20 – 21 Juni 2026.

Dikatakan Gus Salam, dukungan datang dari mayoritas Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia.

Hal tersebut terjadi setelah Gus Salam melakukan kunjungan ke sejumlah PWNU dan PCNU, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, maupun Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada kunjungan tersebut, Gus Salam menyerap aspirasi dan harapan para pengurus tentang arah NU ke depan.

Kata Gus Salam, mereka merindukan kepemimpinan yang penuh keteduhan.

“Mereka merindukan kepempimpinan yang penuh dengan keteduhan, soliditas, integritas dan transparan,” kata Gus Salam, Rabu (10/06).

“Itu yang saya temukan dari silaturahim beberapa waktu ini,” tuturnya.

Gus Salam mengemukakan, konflik internal PBNU selama ini berdampak negatif terhadap struktur organisasi NU di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Juga termasuk tertundanya SK-SK penting dan agenda organisasi.

Berita Terkait :  Darurat Miras Ilegal, DPRD Kota Malang Desak Satpol PP Bertindak Tegas

“Beliau-beliau ke depan menginginkan di PBNU harus punya teladan dalam keteduhan, soliditas dan integritas. Karena kita juga menyimpulkan konflik terjadi adalah minimnya integritas di tubuh personal PBNU,” beber Gus Salam.

Gus Salam menyebutkan, dukungan yang diterimanya sejauh ini cukup signifikan. Akan tetapi para pengurus PWNU dan PCNU bakal memberikan dukungan konkret saat Muktamar, setelah menilai karakter dan gaya kepemimpinan semua calon.

“Mereka fungsionaris PWNU dan PCNU punya kesempatan untuk menganalisa memahami terhadap gaya kepemimpinan, sikap dan karakter kader masing-masing, dan menjadi bahan renungan mereka kemudian menetapkan pilihan yang paling layak untuk memimpin NU ke depan dengan tantangan dan situasi hari ini,” papar Gus Salam. [rif.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!