“ Berada Di Dekat Mbok Suwi Sang Pengasuh Soekarno Sejak Lahir “
Jombang, Bhirawa – Pada bulan Juni yang dikenal sebagai Bulan Bung Karno, sejarah tentang Sang Proklamator itu terasa pas untuk kembali dikenang dan dibicarakan. Di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, terdapat sebuah cerita tentang Bung Karno. Tepatnya tentang kunjungan Bung Karno ke Ploso pada hari Rabu tanggal 24 September tahun 1952.
Di Desa Rejoagung ini, ada salah seorang saksi sejarah kunjungan Bung Karno itu. Dia bernama Jaimah atau Mbah Jaimah. Tahun lalu saat bercerita kepada beberapa orang, pada peristiwa kunjungan Bung Karno tersebut, dia kira-kira seumuran anak SMP. Bisa dikatakan, saat itu Mbah Jaimah berusia remaja.
Mbah Jaimah berkisah, saat itu dia berada di dekat Nyai Suwi atau Mbok Suwi, menunggu Bung Karno di sebuah warung, tepatnya di titik di depan Polsek Ploso saat ini.
Nyai Suwi atau Mbok Suwi ini adalah pengasuh Bung Karno sejak Sang Proklamator itu dilahirkan di Ploso pada tanggal 6 Juni 1902.
Meski saat berkisah raut wajah dan fisiknya sudah menandakan usia yang sudah tua sekali, namun ingatan Mbah Jaimah tentang peristiwa itu masih melekat.
“Nyai Suwi ten lebete warung, kulo ten njobone warung. Lha terus Bung Karno lewat, lho lha iko maeng opo wonge (Nyai Suwi di dalam warung, saya di luar warung. Kemudian Bung Karno lewat, nah itu orangnya,” beber Mbah Jaimah menuturkan peristiwa tersebut.
Mbah Jaimah juga pernah mendengar informasi jika Mbok Suwi adalah orang yang mengasuh Soekarno kecil.
“Terose alitane niku diemong Nyai Suwi (katanya saat kecil diasuh Nyai Suwi),” tutur Mbah Jaimah.
Nama Mbok Suwi Sang Pengasuh Bung Karno ini sebelumnya nyaris tidak pernah disebut dalam sejarah. Namun memori kolektif masyarakat Ploso masih mengingatnya.
Makam Mbok Suwi telah ditemukan pada tahun 2024 lalu oleh penelusur sejarah, Binhad Nurrohmat dan Situs Persada Soekarno Kediri. Termasuk keluarganya juga telah ditemukan. Yakni cucu angkatnya yang bernama Abdul Hamid. Mbok Suwi sendiri diketahui tidak memiliki anak kandung.
Baik makam Mbok Suwi maupun rumah keluarga cucu angkatnya berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.
Narasumber lainnya yang bernama Mursyid yang juga warga Desa Rejoagung menceritakan bahwa saat berada di jalan raya Ploso, Bung Karno sempat menyebut nama Mbok Suwi. Mursyid mendapatkan cerita ini dari ayahnya.
“Iyo le, iku biyen Pak Karno metu kene, iku malah nggoleki Mbah Suwi. Iku sing momong'(iya nak, dulu Pak Karno keluar di sini, malah mencari Mbah Suwi. Itu yang mengasuh),” ucap Mursyid menirukan cerita ayahnya.
Sementara, cucu angkat Mbok Suwi, Abdul Hamid menyatakan bahwa Nyai Suwi atau Mbok Suwi merupakan pengasuh Bung Karno sejak lahir.
Adanya peristiwa kunjungan Bung Karno ke Ploso ini dibenarkan oleh penelusur sejarah di Jombang, Moch. Faisol.
Faisol yang juga penulis buku berjudul ‘Menemukan Bung Karno di Jombang’ itu juga mengatakan bahwa dirinya telah menemukan foto kunjungan Bung Karno ke Ploso tahun 1952 tersebut.
“Foto itu saya temukan dari koleksi Diserpusip Jatim. Dalam foto itu Bung Karno disambut lautan manusia,” kata Faisol, Rabu (10/06).
“Ada yang membawa beberapa spanduk. Salah satunya berbunyi ‘Pak Karno ingatlah waktu timur, arek2 Ploso minta wedjangan!’,” kata Moch. Faisol.
Lebih lanjut Moch. Faisol menjelaskan, kunjungan Bung Karno ke Ploso tersebut merupakan bagian dari kunjungan Presiden Soekarno ke sejumlah daerah di Indonesia dalam rangka menggalang dukungan untuk merebut Irian Barat agar kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lebih lanjut Faisol menegaskan, dengan adanya sejarah kunjungan Presiden Soekarno ke Ploso ini membuktikan adanya keterikatan batin antara Bung Karno dengan Ploso sebagai tempat kelahirannya. [rif.kt]


