27.2 C
Sidoarjo
Monday, September 14, 2026
spot_img

Poltekkes Surabaya Gelar Pengabmas di RS Islam Jemursari

Implementasikan Deteksi Bilirubin Non Invasif Cegah Bayi Terkena Penyakit Kuning

Surabaya, Bhirawa. – Inovasi alat kesehatan untuk bayi terus dikembangkan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Surabaya dengan menciptakan Alat Deteksi Bilirubin Non Invasif Berbasis Android, yakni alat untuk mendeteksi Penyakit Kuning pada bayi tanpa mengambil sampel darahnya.

Bilirubin Non Invasif Berbasis Android ini kemudian diperkenalkan dan diimplementasikan di RS Islam Jemur Surabaya pada moment Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) yang digelar Kamis (11/9) lalu, di RS Islam Jemursari Surabaya dengan Skema Program Kemitraan Masyarakat di RS Islam Surabaya Jemursari.

Kegiatan ini dilaksanakan guna mendukung salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya yaitu Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas). Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Surabaya mengusung tema ‘Implementasi Alat Deteksi Kadar Bilirubin Non Invasif pada Bayi di RS Islam Jemursari Surabaya. Kegiatan utama dilaksanakan pada 11 September lalu, sementara rangkaian program berlangsung sejak Maret hingga Oktober 2026.

Menurut Ketua Tim Pengabmas Poltekkes Surabaya, Triana Rahmawati ST MEng, alat ini memungkinkan pemeriksaan bayi yang terjangkit penyakit kuning tanpa harus mengambil sampel darah, namun cukup menempelkan alat pada kulit bayi.

”Cukup ditempel di kulit bayi, hasilnya langsung terbaca di aplikasi Android dalam hitungan detik, tanpa menyakiti bayi,” ungkap Triana.

Sementara itu, anggota Tim Pengabmas, M Prastawa Assalim Tetra P ST MSi menambahkan, alat terhubung via Bluetooth ke HP secar portabel, dan data langsung tersimpan otomatis, jadi lebih cepat dan murah.

Berita Terkait :  Operasi Pekat Digelar Dua Kali Sepekan, Satpol PP Sasar Peredaran Miras di Dringu

Program Pengabdian Masyarakat ini disambut baik pihak RS Islam Jemursari Surabaya. Sebab selain lebih nyaman untuk bayi, alat ini juga mempercepat kerja tenaga kesehatan dalam deteksi dini ikterus.

Sedangkan Kepala Ruangan Neonatus RSI Jemursari, Lia Indriani SKep Ns menjelaskan, dalam proses pengobatan penyakit kuning bayi tidak perlu disuntik lagi. Sehingga bayi lebih nyaman, sang ibu menjadi tenang, sedangkan para tenaga kesehatan di ruangan juga lebih efisien.

Dan Drg Fitria Prasetiani, Ketua Komkordik RSI Jemursari menegaskan, ini bukan sekadar alat, tapi transfer teknologi dari Poltekkes Surabaya kepada RS Islam Jemursari. ”Alat Deteksi Kadar Bilirubin Non Invasif ini sangat membantu mutu pelayanan kami,” tandas Fitria.

Dengan teknologi berbasis Android ini diharapkan angka keterlambatan penanganan bayi dengan Penyakit Kuning di Surabaya bisa ditekan. [fen.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!