Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.
Tulungagung, Bhirawa.
Meski sudah direncanakan pembangunan sekolah rakyat pada tahun 2026 ini, tetapi Pemkab Tulungagung masih memerlukan izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk kelancaran pembangunannya. Masalahnya, lokasi pembangunan sekolah rakyat tersebut bersebelahan dengan aliran sungai.
“Untuk membangun jembatan di lokasi pembangunan sekolah rakyat harus izin BBWS Brantas,” ujar Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, Senin (18/5).
Saat ini, lanjut dia, soal izin itu sudah diproses dan diharapkan segera mendapat izin dari BBWS Brantas.
“Kami kemarin (saat menemui Menteri Sosial) diberikan rekom agar izin itu cepat keluar,” sambungnya.
Diakui mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung ini, pada minggu lalu ia menemui Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Pertemuan tersebut untuk memastikan pembangunan sekolah rakyat di Kota Marmer.
“Ada persyaratan yang kurang dan harus dipenuhi. Kami laksanakan yang kurang tersebut,” paparnya sembari menyatakan persyaratan yang kurang itu terkait perizinan dari BBWS Brantas.
Sebelumnya, Plt Bupati Ahmad Baharudin membeberkan jika rencana pembangunan sekolah rakyat di Tulungagung berlokasi di sebelah timur Rusunawa yang berada di Desa Ringin Pitu Kecamatan Kedungwaru.
Di lokasi tersebut melintas sungai yang jika dibangun sekolah rakyat harus dibuatkan jembatan untuk menyeberanginya.
Ia memprediksi pada bulan Oktober 2026 mendatang pembangunan sekolah rakyat itu dapat dimulai. Termasuk pengurukan tanahnya yang semuanya dibiayai oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Kepastian dari pemerintah pusat dibangun pada bulan Oktober 2026. Sedang untuk pengurukan tanahnya include dengan pembangunan sekolah rakyat oleh Kementerian PU,” jelasnya.
Plt Bupati Ahmad Baharudin selanjutnya menyatakan pula jika sudah ada rencana dari Mensos Saifullah Yusuf yang akan datang ke Tulungagung untuk melakukan survei lokasi.
“Rencananya bulan Agustus depan disurvei Pak Menteri Sosial secara langsung,” terangnya.
Sedang untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah rakyat, Plt Bupati Ahmad Baharudin memperkirakan baru bisa dimulai tahun ajaran baru pada tahun 2027.
“Jika bulan Oktober 2026 dibangun. Estimasinya tahun depan baru dimulai beroperasi,” pungkasnya. [wed.hel].


