28.4 C
Sidoarjo
Sunday, May 17, 2026
spot_img

Jatim Kirim 1.790 Murid dan Alumni SMK Magang Kerja Luar Negeri


Pemprov, Bhirawa
Jawa Timur mengirim 1790 siswa dan alumni SMK untuk melakukan magang kerja ke luar negeri. Program magang kerja luar negeri bagi murid SMK Jawa Timur tak sekadar membuka peluang kerja internasional, tetapi juga menjadi jalan transfer skill, budaya kerja, dan pengalaman global bagi generasi vokasi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melepas 1.790 peserta magang dan pekerja migran asal Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan di SMKS Sore Tulungagung, Kamis (14/5) menyebut, magang di luar negeri akan menjadi bekal penting bagi lulusan SMK untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memahami standar industri global.

Menurutnya, konektivitas yang telah terbangun dengan berbagai negara harus terus diperluas agar lulusan SMK Jawa Timur mampu bersaing di pasar internasional.

“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan. Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, total peserta yang diberangkatkan mencapai 1.790 orang. Rinciannya, 1.067 murid SMK kelas XII dan XIII mengikuti program magang kerja luar negeri, sedangkan 723 alumni bekerja sebagai pekerja migran di berbagai negara.

Negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria hingga Thailand. Jepang menjadi negara tujuan terbanyak dengan 1.216 peserta, disusul Korea Selatan sebanyak 460 peserta.

Berita Terkait :  Terima 15.000 Dosis Vaksin PMK, Tuban Serentak Lakukan Vaksinasi Seluruh Kecamatan

Menurut Khofifah, para murid dan alumni tersebut nantinya berkesempatan memperoleh pengalaman kerja di sektor-sektor strategis dunia, mulai manufaktur, perkapalan, teknologi, perhotelan, kesehatan, konstruksi, logistik hingga pertanian modern.

“Mereka berpotensi bekerja di beberapa sektor seperti manufaktur, perkapalan, teknologi, perhotelan, kesehatan, konstruksi dan logistik,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, program magang luar negeri juga dinilai menjadi sarana pembentukan karakter disiplin, etos kerja, kemampuan bahasa asing hingga adaptasi budaya internasional bagi lulusan SMK.

Khofifah menegaskan, program ini menjadi bukti bahwa SMK di Jawa Timur kini tidak hanya mencetak lulusan siap kerja dalam negeri, tetapi juga menjadi penyuplai talenta vokasi untuk kebutuhan industri global.

“Ini menunjukkan bahwa SMK di Jawa Timur tidak hanya mencetak lulusan siap kerja di dalam negeri, tetapi juga menjadi penyuplai talenta vokasi untuk pasar kerja internasional,” katanya.

Khofifah pun mencontohkan, Jerman saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang pengelasan bawah laut, sementara Jepang membuka banyak peluang pada sektor pertanian dan industri.

Karena itu, Khofifah menekankan pentingnya penguatan kompetensi keahlian, kedisiplinan, serta kemampuan bahasa asing bagi murid SMK agar mampu bersaing di dunia kerja internasional.

“Selain bawa rezeki, bawa pulang ilmunya karena kalian pahlawan devisa serta jaga nama baik Bangsa Indonesia,” pesan Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur terus mendorong pendidikan vokasi yang link and match dengan kebutuhan industri global. Menurutnya, lulusan SMK Jawa Timur harus mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang memiliki daya saing internasional.

Berita Terkait :  Hari Ini, Sekolah Rakyat di Kabupaten Pasuruan Siap Digunakan

“Kita ingin generasi muda Jawa Timur tidak sekadar pencari kerja, tetapi menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas jejaring dan membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat serta bangsa Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa kontribusi SMK swasta dalam program penempatan kerja luar negeri menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur berkembang secara kolaboratif antara sekolah negeri dan swasta.

Menurutnya, tingginya penyerapan lulusan SMK Jawa Timur di dunia kerja internasional menjadi bukti nyata kualitas pendidikan vokasi yang terus diperkuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Aries menambahkan, peluang kerja global bagi lulusan SMK masih sangat terbuka lebar, terutama bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan etos kerja yang baik. Selain itu membangun koneksi bekerja sehingga peluang global terbuka bagi peserta didik SMK.

“Kepercayaan dunia industri internasional harus dijaga dan tunjukkan lulusan SMK bisa dan hebat,” pungkasnya.

Dari sisi daerah asal peserta, Kabupaten Tulungagung menjadi penyumbang terbesar dengan 898 peserta. Disusul Kabupaten Trenggalek sebanyak 54 peserta dan Kabupaten Pacitan sebanyak 15 peserta.

Sementara itu, SMKS Sore Tulungagung menjadi sekolah dengan kontribusi peserta terbanyak mencapai 717 orang, terdiri dari 517 peserta magang dan 200 alumni pekerja migran. Disusul SMKN 1 Bandung Tulungagung sebanyak 259 peserta, SMKN 1 Tulungagung sebanyak 250 peserta, SMKN 2 Tulungagung sebanyak 171 peserta serta SMKN 2 Boyolangu sebanyak 57 peserta. [ina.gat]

Berita Terkait :  Sidak Mamin Swalayan, Wali Kota Probolinggo Minta Produk UMKM Ditambah

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!