Gresik, Bhirawa
Senja belum lama turun di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Terlihat langit mulai gelap. Gotong royong prajurit TNI bersama dan warga masih terdengar dari sebuah rumah sederhana milik Ibu Eka Irawati.
Di rumah berukuran panjang 7,5 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3,5 meter itu, harapan sedang dibangun sedikit demi sedikit dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dalam TMMD ke-128 Gresik.
Kini rumah Ibu Eka Irawati telah mencapai 85 persen, Minggu (17/05/2026). Sejak pagi hingga sore, prajurit TNI dan warga bergotong royong menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut.
Bahkan selepas azan magrib berkumandang, mereka kembali melanjutkan pekerjaan lembur di bawah penerangan seadanya. Keringat bercampur debu menempel di wajah para prajurit dan warga.
Sebagian memanggul material, sebagian lagi mengaduk semen, memasang dinding, hingga merapikan bagian atap rumah yang hampir selesai.
Di sudut rumah, Ibu Eka sedang melipat pakaianawmbari melihat warga dan prajurit bergotong royong mendirikan rumahnya. Sesekali terlihat mengusap matanya.
”Kalau hujan dulu sering bocor. Kadang saya takut rumahnya roboh,” ucapnya lirih sambil memandangi para prajurit dan warga yang masih bekerja hingga malam.
Beberapa ibu-ibu desa bergantian datang membawa kopi hangat, teh, dan makanan ringan untuk para pekerja. Anak-anak kecil pun tampak duduk memperhatikan pembangunan rumah itu dengan wajah penuh rasa ingin tahu.
TMMD bukan hanya tentang membangun rumah atau infrastruktur desa. Lebih dari itu, TMMD menghadirkan kepedulian, menghadirkan harapan.
Dan juga menghidupkan kembali semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia. [iin.kt]


