Pemkot Batu, Bhirawa
Kolaborasi antar instansi dilakukan untuk memulai proyek preservasi infrastruktur di Kota Batu. Dan preservasi dimulai dengan pelebaran Simpang Empat Patih yang mempertemukan empat jalan utama di pusat kota.
Dan untuk merealisasikan pelebaran ini, Pos Polisi yang ada di simpang empat tersebut terpaksa ikut dibongkar menggunakan alat berat.
Diketahui, kolaborasi antar instansi ini melibatkan Dishub, Kepolisian, TNI, PLN, Satpol PP, serta perwakilan kewilayahan kecamatan dan kelurahan. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antar instansi dalam mendukung pembangunan infrastruktur Kota Batu.
“Dengan dimulainya proyek preservasi berupa pelebaran jalan ini, diharapkan ruas jalan Kota Batu bisa lebih luas, lebih nyaman dan aman. Dengan demikian keberadaan infrastruktur bisa lebih bermanfaat terutama bagi para pengguna jalan,” ujar Esty Dwi Astuti, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu saat dikonfirmasi, Minggu (17/5).
Ia menjelaskan dengan dimulainya preservasi Simpang Empat Patih yang berlokasi di Desa Pesanggrahan ini menunjukkan keseriusan DPUPR bersama seluruh pihak dalam menata wajah Kota Batu menjadi lebih baik.
Apalagi simpang empat ini memiliki kepadatan arus kendaraan cukup tinggi karena menghubungkan empat jalan utama di pusat kota. Yaitu, Jl Panglima Sudirman, Jl Trunojoyo, Jl Ingragiri, dan Jl Hasanudin.
Ketersediaan infrastruktur yang lebih baik akan menjadi pendukung kemajuan Kota Wisata Batu. Dan terlaksananya proyek preservasi ini akan membuka langkah lanjutan untuk realisasi program prioritas, dan proyek strategis daerah lainnya.
Dengan menggunakan alat berat, pekan kemarin Pos Polisi (Pos Pantau Sabhara) yang ada di Simpang Empat Patih telah dibongkar dan diratakan dengan tanah.
Dan pembongkaran ini menandai dimulainya proyek program prioritas Pemkot Batu mulai dari preservasi Simpang Empat Patih hingga pelebaran Jalan Indragiri.
Melalui proyek ini, wajah kawasan simpang empat ini bakal berubah total. Karena direncanakan di persimpangan yang menjadi ujung Jl Pangsud akan dibangun bundaran dengan patung Jenderal Soedirman. Jalur ini akan menjadi boulevard modern tanpa traffic light untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi.
Untuk itu Pemkot Kota Batu telah menyiapkan anggaran Rp 10 miliar yang berasal dari APBD murni tahun 2026. Dan pengerjaan proyek ini ditargetkan akan selesai dalam waktu 150 hari kalender.
“Kami sudah melakukan sosialisasi sebelumnya dengan seluruh stakeholder sehingga preservasi mencakup perbaikan menyeluruh bisa dijalankan, mulai dari pelebaran jalan hingga pembenahan sistem drainase,” tandas Esty. [nas.dre]


