27.4 C
Sidoarjo
Thursday, August 13, 2026
spot_img

Pedagang Pasar Tradisional di Sidoarjo Bayar Retribusi Pakai QRIS

Sidoarjo, Bhirawa. – Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo, Kamis (13/8) kemarin, melaunching inovasi digital yang disebut My Retribusi Pasar Jago atau Pasar Sidoarjo Jaringan Go Digital. Inovasi ini salah satunya diterapkan pada lingkungan kerja Disperindag Kabupaten Sidoarjo, dalam hal urusan penarikan retribusi kepada para pedagang pasar yang ada di 19 pasar tradisional yang ada di kabupaten Sidoarjo.

Pedagang cukup membayar dengan standarisasi pembayaran QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard, standarisasi pembayaran dari Bank Indonesia. Hadir dalam acara di pendopo delta wibawa Sidoarjo tersebut, Sekda Feny Apridawati, Deputi BI di Surabaya Dony Fajar Anugerah, perwakilan OJK Jatim, Bank Jatim, Kepala kantor pajak pratama di Sidoarjo, 18 Camat di Kabupaten Sidoarjo, OPD terkait, dan 19 kepala UPT pasar tradisional serta perwakilan pedagang pasar.

Plt Kepala BPPD Kabupaten Sidoarjo Yudi Iriyanto Ssos MSi, menyampaikan my retribusi diimplementasikan pertama kali, pada 20 Mei 2026, pada 12 pasar tradisional dari 19 pasar yang ada. Hasilnya, ada sebanyak 2.109 transaksi. “Tetapi sampai pertengahan Bulan Agustus ini, sudah mencatat ada 26.093 transaksi yang masuk melalui dashboard MyRetribusi. Alhamdulillah volume tansaksinya naik,” komentarnya dalam acara itu.

Menurut Yudi, dari sisi optimalisasi Pendapatan daerah, inovasi digital ini terbukti mampu menggenjot PAD.

Rata-rata pendapatan mutasi rekening pasar sebelum implementasi (Januari-April) berada di angka Rp 1,15 Miliar per bulan. Namun, setelah MyRetribusi berjalan, rata-rata pendapatan meningkat 23,7% menjadi Rp 1,42 Miliar per bulan di periode Mei-Juli. Transisi Digital ini, kata Yudi, menunjukkan tren positif. Penerimaan digital naik dari 2,7% di bulan Mei menjadi 33,4% (Rp 170 Juta) pada Agustus.

Berita Terkait :  Anggota DPD RI Dr Lia Istifhama: Sedekah Bumi Desa Sidowungu Gresik, Simbol Kebersamaan dan Rasa Syukur

Dengan myretribusi, ada proyeksi Efisiensi, yakni ditargetkan akan bisa menghilangkan belanja cetak karcis manual sebesar Rp500 Juta pada tahun mulai 2027 mendatang. “Kami sampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Taskforce Kabupaten Sidoarjo beserta garda terdepan kita, para Juru Pungut Pasar, semoga program ini bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Kepala Bidang Pasar Disperindag Sidoarjo, Setya Handaka, juga membenarkan ada peningkatan retribusi pasar, sebelum dan sesudah dalam menerapkan my retribusi. “Alhamdullah ada peningkatan signifikan. Setelah menerapkan ini, pedagang jadi tahu tarif yang harus dibayar. Sebab selama ini kadang ada juga yang bayar dibawah tarif,” ujarnya.

Dengan my retribusi, pedagang dan juru pungut , juga sama -sama nyaman, dan saling percaya. Karena retribusi yang dibayarkan akan langsung masuk kedalam ke Kasda bukan kantong pribadi. “Ya pedagang merasa lebih lega. Karena apa yang saya bayar sesuai dengan stand yang saya sewa,” komentar Vivid, pedagang toko emas di Pasar Larangan, dalam kesempatan itu.

Korwil Pasar Taman, Budi Pribadi, dalam kesempatan itu senang, adanya my retribusi membuat para petugas atau juru pungut retribusi pasar bisa lebih cepat dalam menarik retribusi kepada pedagang. “Pembayaran bisa sat set,” ujarnya.[kus.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!