Pamekasan, Bhirawa
Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melaksanakan Pembelajaran Luar Kelas (PLK) di IBS PKMKK, pada Sabtu, (16/5).
Kegiatan dalam rangka penguatan mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dihadiri dosen pengampu mata kuliah, yakni Dr. Heni Listiana, M.Pd. dan Dr. Halimatus Sakdiyah, M.Pd.
Materi utama disampaikan Dr. H. Mohammad Holis, M.Si. yang saat ini menjabat sebagai Kepala MAN 2 Pamekasan sekaligus Direktur Pengembangan SDM IBS PKMKK.
Holis memaparkan pentingnya pengembangan kurikulum berbasis cinta dan bahan ajar yang adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital pendidikan Islam.
Menurutnya, integrasi teknologi dalam pembelajaran bukan sekadar tuntutan administratif, tetapi merupakan bagian dari upaya strategis membangun sistem pendidikan Islam yang relevan, kreatif, dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa depan.
Semetara Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, MA., mengapresiasi dan penghormatan kepada seluruh civitas akademika UIN Madura yang telah menjadikan IBS PKMKK sebagai ruang pembelajaran akademik dan refleksi praksis pendidikan Islam kontemporer.
“Selamat datang dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para dosen, mahasiswa pascasarjana, serta seluruh civitas akademika UIN Madura dan menjadikan IBS PKMKK sebagai ruang akademik untuk berdialog, belajar, dan berbagi pengalaman praksis pendidikan Islam kontemporer,” ucapnya.
Dikatakan, di era transformasi digital saat ini, pendidikan Islam menghadapi tantangan yang kompleks. Kurikulum dan bahan ajar tidak lagi cukup disusun secara normatif dan tekstual, tetapi harus mampu merespons perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta kebutuhan generasi yang tumbuh dalam budaya digital.
Menurutnya, pengembangan bahan ajar berbasis TIK dan pengembangan kurikulum PAI bukan sekadar persoalan teknis metodologis, melainkan ikhtiar epistemologis untuk menjaga relevansi pendidikan Islam agar tetap kontekstual, humanis, dan transformatif.
Muhlis menegaskan bahwa IBS PKMKK memandang integrasi antara tradisi pesantren, penguatan karakter, literasi teknologi, dan pendekatan pembelajaran kreatif sebagai kebutuhan penting dalam membangun pendidikan Islam masa depan.
“Pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, sosial, dan emosional,” tegasnya.
Dan kegiatan Pembelajaran Luar Kelas tersebut tidak hanya menjadi agenda akademik formal, tetapi menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana pendidikan Islam dapat terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai profetiknya.
“Dari ruang-ruang dialog seperti inilah lahir gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang akan memperkuat masa depan pendidikan Islam Indonesia,” mengakhiri sambutan. [din.kt]


