Tuban, Bhirawa – Media sosial layaknya pisau bermata dua. Di satu sisi, platform digital menjadi sarana edukasi publik, promosi usaha, mempercepat informasi penting. Namun disisi lain,media sosial dapat memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan siber.
Peran orang tua pun semakin penting dalam melindungi anak dari paparan konten negatif di internet. Untuk meningkatkan kesadaran keluarga dalam mendampingi anak di era digital, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Tuban menggelar sosialisasi penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab bagi wali murid Lembaga Pendidikan Usia Dini Prospektif di Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini membekali para orang tua dengan pemahaman tentang pentingnya memilah konten, mengenali risiko penggunaan media sosial, serta membangun keteladanan dalam aktivitas digital sehari-hari.
Edukasi tersebut diharapkan membantu keluarga menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi tumbuh kembang anak, sekaligus mendorong terbentuknya masyarakat yang cakap dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.
Mengusung tema “Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat dalam Penggunaan Media Sosial yang Bijak dan Bertanggung Jawab”, kegiatan ini berlangsung di Lembaga Pendidikan Usia Dini Prospektif dan diikuti oleh seluruh wali murid.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Khairul Huda, Kepala Desa Merkawang, manajemen dan karyawan Pabrik Tuban, serta guru dan tenaga pendidik Lembaga Pendidikan Usia Dini Prospektif.
General Affairs & Community Relations Manager Pabrik Tuban, M. Yunani Rizzal, mengatakan bahwa edukasi literasi digital merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
“Keberadaan Pabrik Tuban tidak hanya diharapkan memberikan dampak ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para orang tua agar semakin bijak menggunakan media sosial, memahami batasan hukum yang berlaku, serta menjadi teladan bagi anak dalam membangun kebiasaan digital yang positif,” ujar M. Yunani Rizzal.
Dalam pemaparannya, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Provinsi Jawa Timur, Khairul Huda, menekankan bahwa keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter anak, termasuk ketika berhadapan dengan beragam informasi dan tayangan digital.
Menurutnya, keteladanan orang tua merupakan salah satu cara efektif untuk menanamkan kebiasaan bermedia yang sehat. Orang tua tidak cukup hanya membatasi akses anak terhadap konten tertentu, tetapi juga perlu mendampingi anak, membantu mereka mengenali tayangan yang sesuai, serta membiasakan sikap kritis terhadap informasi yang diterima.
“Orang tua, khususnya ibu, merupakan pendidik pertama di lingkungan keluarga. Ketika anak semakin mudah terpapar berbagai konten digital, orang tua perlu hadir sebagai pendamping aktif sekaligus memberikan contoh dalam menggunakan media secara bijak. Anak perlu dibantu untuk mengenali tontonan yang positif dan memahami mana yang layak untuk diikuti,” jelas Khairul Huda.
Ia menambahkan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai lembaga negara independen hadir untuk mendukung keluarga dalam membentuk generasi penerus yang berkarakter serta menjadi teladan dan mendorong tayangan inspiratif.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi bersama peserta. Antusiasme para wali murid menunjukkan pentingnya edukasi yang dekat dengan kebutuhan keluarga, terutama dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di tengah derasnya arus informasi digital.
Melalui kegiatan ini, Solusi Bangun Indonesia Pabrik Tuban menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui edukasi yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan produktif, sekaligus mendukung pembangunan masyarakat yang berpengetahuan dan bertanggung jawab. [hud.kt]




