32.1 C
Sidoarjo
Thursday, October 29, 2026
spot_img

Setelah Diberondong Karhutla, Pemkot Batu Kini Berjibaku Dengan Banjir

Kota Batu, Bhirawa – Setelah berjibaku dengan kasus karhutla di banyak titik, Kota Batu kini dihadapkan dengan ancaman banjir di musim hujan. Bahkan hujan intensitas tinggi yang mengguyur pada Rabu (28/10/2026) sore langsung memicu banjir luapan di sejumlah titik. Pasar Induk Among Tani yang digadang sebagai Pasar Wisata juga ikut terdampak dengan banyaknya  kebocoran atap dan jalur pembuangan air hujan (talang) di atap pasar.

Untuk memastikan kondisi Pasar Induk, Wali Kota Batu, Nurochman langsung melakukan peninjauan pada Kamis (29/10/2026). Ia memastikan perbaikan kebocoran atap dan talang air Pasar Induk Among Tani harus dikerjakan secepatnya. “Dalam sepekan ini kita data kerusakan  atap dan talang Pasar Unduk Amkng Tani dan kemudian langsung kita lakukan perbaikan,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

Diketahui, pada Rabu (28/10/2026) hujan itensitas tinggi telah menyebabkan air masuk melalui sejumlah titik atap dan talang hingga menggenangi area pasar. Kondisi ini mengganggu aktivitas pedagang maupun pengunjung. Akibatnya, para pedagang terdampak  terpaksa menggunakan ember dan atau wadah seadanya untuk menampung air hujan yang menetes di area tempat berjualan.

​Berdasarkan data yang dihimpun, hujan itensitas tinggi juga berdampak di sejumlah titik lain. Dampak tersebut beruapa banjir luapan dari sejumlah drainase atau gorong- gorong yang menggenangi jalan. Di antaranya, Jl Mustari di Kelurahan Ngaglik,  Jl Gondorejo Desa Oro-Oro Ombo, Jl Sultan Agung Kelurahan Sisir, serta Jl Diponegoro dan Jl Hasanudin Desa Junrejo.

Berita Terkait :  Kodim 0830/Surabaya Gelar Salat Ghaib dan Doa Bersama

Selain itu banjir luapan juga terjadi di Desa Beji, Desa Mojorejo, dan Desa Oro-Oro Ombo. Beberapa banjir luapan ini memiliki arus cukup deras karena kondisi tanah yang menurun. Akibatnya, arus deras tersebut mengakibatkan rusaknya kios warga, dan merobohkan atap sebuah warung makan.

Banjir itensitas tinggi telah menyebabkan banjir luapan di beberapa titik di Kota Batu, Rabu (28/10/2026).(anas/bhirawa

Sementara di Desa Junrejo, air bercampur lumpur ikut masuk ke kediaman warga dan halaman SDN Mojorejo 1. Adapun di Jl Sultan Agung, banjir luapan diakibatkan drainase yang tersumbat akibat dipenuhi dedaunan kering dan ranting pohon yang menumpuk selama musim kemarau yang berlangsung cukup lama.

Kini Pemkot Batu fokus melakukan perbaikan di Pasar Induk Among Tani. Karena pasar ini merupakan salah satu ikon kebanggaan Kota Batu. Meskipun berbentuk pasar tradisional, Among Tani bisa tampil sebagai Pasar Wisata yang dikunjungi banyak wisatawan.

“Perbaikan di Pasar Induk Among Tani ini diharapkan dapat mengatasi kebocoran yang berulang. Dengan demikian akan mengurangi risiko genangan, serta memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung,” tandas Wali kota. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!