32.1 C
Sidoarjo
Thursday, October 29, 2026
spot_img

Satpolairud Polres Situbondo Kawal Penyeberangan Jamaah Haul Majemuk, Penumpang Diingatkan Patuhi Kapasitas Kapal

Situbondo, Bhirawa – Pengamanan kepulangan jamaah Haul Majemuk Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo melalui Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, berlangsung aman dan kondusif, Kamis (29/10/2026).

Namun, keterbatasan kapasitas kapal membuat 20 penumpang tujuan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, belum mendapatkan tiket penyeberangan.

Pengamanan berlangsung di Dermaga 1 Pelabuhan Jangkar mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan diawali dengan apel persiapan dan koordinasi lintas instansi yang dipimpin Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa.

Petugas kemudian melakukan pengamanan dan pemantauan keberangkatan KMP Dharma Ferry 1 menuju Pulau Sapudi. Koordinasi bersama KSOP Kelas IV Panarukan, ASDP, serta instansi maritim lainnya dilakukan untuk memastikan aktivitas penyeberangan berjalan tertib dan lancar.

Di tengah kelancaran keberangkatan kapal, terdapat 20 penumpang yang belum mendapatkan tiket. Petugas memberikan penjelasan mengenai keterbatasan kapasitas kapal sekaligus mengarahkan mereka agar menunggu jadwal penyeberangan berikutnya atau memilih jalur alternatif.

Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, menegaskan bahwa penumpang harus memahami ketentuan kapasitas kapal demi menjaga keselamatan selama pelayaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh penumpang penyeberangan di Pelabuhan Jangkar agar tetap bersabar apabila tidak mendapatkan tiket ke pulau tujuan. Penumpang dapat menunggu jadwal keberangkatan kapal berikutnya atau memilih jalur darat menuju Kabupaten Sumenep, kemudian melanjutkan penyeberangan melalui Pelabuhan Kalianget,” ujarnya.

Menurutnya, setiap kapal memiliki Sertifikat Keselamatan Kapal Penumpang (SKKP) dengan kapasitas yang berbeda-beda. Karena itu, jumlah penumpang wajib mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.

Berita Terkait :  Triv Group dan Gabriel Rey Borong Lima Penghargaan Bergengsi

“Setiap kapal memiliki kapasitas penumpang yang berbeda sesuai sertifikat keselamatannya. Ketentuan tersebut wajib dipatuhi demi memastikan keselamatan seluruh penumpang. Setiap kebijakan terkait kapasitas kapal juga harus mempertimbangkan aspek keselamatan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Setelah mendapatkan penjelasan petugas, para penumpang yang belum memperoleh tiket memahami kondisi tersebut. Mereka memilih menunggu jadwal keberangkatan kapal berikutnya dan menginap di penginapan sekitar Pelabuhan Jangkar.

Selain mengatur kelancaran keberangkatan, petugas turut memeriksa kesesuaian tiket penumpang dan kendaraan dengan identitas berupa KTP. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketertiban administrasi selama proses penyeberangan.

Petugas juga mengingatkan penumpang agar tidak berada di bagian tepi kapal saat pelayaran berlangsung, menjaga barang bawaan, serta mematuhi arahan awak kapal. Imbauan keselamatan turut disampaikan kepada anak buah kapal (ABK) agar selalu memantau perkembangan cuaca sebelum memulai perjalanan.

Masyarakat dan awak kapal juga diminta segera menghubungi layanan Polri 110 apabila mengetahui adanya tindak kriminalitas atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, baik di kawasan pelabuhan maupun perairan.

Satpolairud Polres Situbondo mengingatkan bahwa kelancaran penyeberangan harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan dan keselamatan pelayaran.

“Penumpang diharapkan tidak memaksakan keberangkatan apabila kapasitas kapal telah terpenuhi, demi menjaga keamanan bersama,” pungkasnya. [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!