32.1 C
Sidoarjo
Thursday, October 29, 2026
spot_img

Ketat, Surabaya Juara Umum Kejurprov Woodball Jatim

Surabaya, Bhirawa

 Persaingan untuk meraih juara umum di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) II Woodball Jawa Timur di Kabupaten Kediri 23–25 Oktober 2026 berlangsung sangat ketat, Kota Surabaya berhasil meraih juara umum dengan merebut 8 emas, 5 perak, 5 perunggu dengan total 18 medali.

 Pada Kejurprov Woodball yang diikuti 406 peserta dari 21 Pengcab dan digelar di Lapangan Pemkab Kediri, Sidoarjo menempati peringkat kedua dengan 7 emas, 5 perak, 3 perunggu (15), disusul Lamongan 3 emas, 1 perak, 1 perunggu (5) dan Kota Malang diperingkat empat dengan 2 emas, 1 perak, 3 perunggu  (6).

 Ketatnya persaingan meraih juara umum bisa dilihat dari selisih medali emas antara Surabaya dan Sidoarjo yang hanya terpaut satu emas. Selain itu hampir semua daerah yang turun Kejurprov juga meraih medali.

 Sekretaris Pengprov Indonesia Woodball Association (IWbA) Jatim Nurul Hidayati mengatakan, peta kekuatan olahraga woodball di berbagai daerah kini semakin merata.  Pemerataan prestasi terlihat dari sebaran medali emas yang diraih oleh berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, mulai dari kelompok umur U-12, U-18, U-23, hingga kategori senior.

 Sekretaris Pengprov IWbA Jatim Nurul Hidayati saat menyerahkan piala Juara Umum Kejurprov Woodball Jatim ke perwakilan atlet Surabaya. foto dok pengprov IWbA Jatim

 “Kalau saya melihat perkembangannya, daerah itu luar biasa. Hampir semuanya bisa mendapatkan medali emas di nomor yang berbeda. Dari ujung barat sampai ujung timur, hampir semuanya ada perwakilan yang meraih medali,” ujar Nurul, Kamis (29/10).

Berita Terkait :  Euforia Piala Dunia 2026 Diprediksi Lebih Besar Dari Sebelumnya

 Ia mencontohkan sejumlah daerah yang menunjukkan progres signifikan di luar daerah-daerah yang selama ini mendominasi. Situbondo berhasil meraih medali emas, Banyuwangi sukses menyabet emas dari nomor single putri, dan Pacitan turut mengamankan emas dari nomor beregu putri.

 Khusus untuk kelompok umur U-23 yang dipersiapkan menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang, Nurul menyoroti performa menonjol dari Kabupaten Lamongan. Tim putri Lamongan tampil gemilang dengan mengoleksi tiga medali emas.

 “Perkembangan woodball saat ini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata dan kemajuannya sangat pesat. Penyelenggaraan Kejurprov di Kediri ini juga mendapat sambutan baik dari KONI Jatim, yang tidak hanya sukses dari segi penyelenggaraan tetapi juga melahirkan prestasi yang baik,” imbuhnya.

 Melihat potensi besar dari bibit-bibit atlet junior yang kian melimpah di Jawa Timur, Nurul Hidayati menitipkan pesan khusus kepada para pelatih di daerah. Ia mengingatkan agar para pelatih tidak cepat berpuas diri dengan hasil yang dicapai di Kejurprov.

 “Daerah yang saat ini belum mendapatkan medali tentu akan berlatih lebih keras lagi untuk menyaingi daerah yang sudah unggul. Karena itu, saya berpesan kepada seluruh pelatih agar menerapkan latihan yang kontinu, serius, dan disiplin tinggi,” tegasnya.

 Selain aspek teknik dan latihan fisik, Nurul juga memberikan penekanan penting pada pembentukan karakter atau attitude para atlet muda agar tetap rendah hati dan tidak mudah sombong setelah menorehkan prestasi.

Berita Terkait :  HUT ke-73, Gubernur Khofifah dan Deputi BI Lepas Gowes Nusantara

 “Rata-rata atlet yang baru mengawali prestasi sering kali membawa pulang sifat sombong kepada teman-temannya. Itu yang tidak saya inginkan. Pembentukan karakter dan attitude harus tetap ditanamkan. Boleh berprestasi, tetapi harus tetap rendah hati,” katanya.

 Sebelumnya, Ketua Umum Pengprov IWbA Jatim, Dr. Moh. Ali Kuncoro, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa Kejurprov II merupakan kelanjutan dari Kejurprov pertama di Tulungagung demi menjaga konsistensi prestasi.

 “Tentu kita ingin terus mengawal prestasi yang selama ini sudah cemerlang. Kompetisi semacam ini akan terus kita adakan agar lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional,” jelas Ali Kuncoro.

 Mengenai regenerasi atlet, Ali Kuncoro menambahkan bahwa pembagian kategori umur diproyeksikan untuk mencegah kekosongan pembinaan.  “Kejurprov hari ini dibagi dalam beberapa kategori, ada youth U-12, U-18, hingga senior. Ini bagian dari upaya kita menjaga regenerasi agar tidak ada gap prestasi di Woodball Jawa Timur,” tambahnya.

  Menghadapi Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) tahun depan, IWbA Jatim optimistis dengan kesiapan para atletnya. “Kita akan bersiap penuh untuk PON. Ketika nanti dilagakan, insyaallah Jawa Timur siap menjadi yang terbaik secara nasional,” kata Ali Kuncoro yang juga menjabat sebagai Sekwan DPRD Jatim itu. wwn

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!