Kota Probolinggo, Bhirawa
Pemkot Probolinggo mulai menerapkan kontrak konsolidasi pengadaan kertas HVS Tahun Anggaran 2026–2027. Kebijakan ini mampu menekan belanja hingga 18,69 persen dari total pagu Rp1,059 miliar.
Penandatanganan kontrak dilakukan di ruang Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis (23/4), sebagai tindak lanjut rekomendasi KPK dan LKPP dalam mendorong efisiensi belanja daerah.
Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda, Ari Puspita, menyebut konsolidasi dilakukan dengan menghimpun kebutuhan seluruh perangkat daerah melalui SiRUP. Hasilnya, pengadaan menjadi lebih terkendali sekaligus menekan harga.
“Selain efisiensi, volume kebutuhan juga lebih terukur sesuai kebutuhan masing-masing OPD,” ujarnya.
Dari 18 penyedia yang mendaftar, sebanyak 10 penyedia lolos hingga tahap akhir setelah melalui tiga kali negosiasi.
Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, menegaskan penerapan kontrak payung ini tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga mempercepat proses pengadaan serta meningkatkan transparansi.
“Ke depan akan diperluas untuk barang dan jasa lain,” katanya.
Pemkot menargetkan skema ini menjadi model pengadaan yang lebih akuntabel dan efisien di lingkungan pemerintah daerah. [irf.dre]


