26.7 C
Sidoarjo
Thursday, June 11, 2026
spot_img

Banyak Faktor Dokter Gagal Uji Kompetensi, Komisi IX DPR RI Desak Pengelola Fakultas Kedokteran Lakukan Evaluasi

Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari pada wartawan di Jakarta, Kamis (11/6/2026). tjikjik rahayu/bhirawa.

DPR RI Jakarta, Bhirawa.
Sebanyak 1.300 dokter gagal uji kompetensi seharusnya menjadi evaluasi bagi perguruan tinggi yang membuka fakultas kedokteran. Pengelola fakultas kedokteran di Indonesia harus mencari tahu penyebab banyaknya dokter yang gagal uji kompetensi. Hal itu diperlukan untuk mengevaluasi kurikulum dan kualifikasi pengajarnya. Demikian disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari kepada para wartawan di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Lucy mengatakan, evaluasi kurikulum diperlukan untuk melihat kesesuaian materi uji kompetensi dengan muatan kurikulum yang berlaku. “Kalau kurikulum tidak sesuai dengan muatan ujian kompetensi, maka seharusnya kurikulum yang ada disesuaikan dengan materi uji kompetensi,” kata Lucy.

Lucy menegaskan, evaluasi juga mengarah pada pengajarnya, karena bisa saja kurikulumnya sudah sesuai dengan muatan uji kompetensi, namun pengajarnya tak cukup kompeten untuk memberi materi tersebut. “Akibatnya dokter tersebut pengetahuan dan skillnya tak memenuhi sebagaimana yang diinginkan uji kompetensi,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya ini.

Dalam kondisi demikian, lanjut Lucy, berarti persoalannya ada ada pengajarnya. “Untuk itu, petinggi fakultas kedokteran mau tidak mau harus meningkatkan kompetensinya pengajarnya agar dapat memenuhi yang diinginkan kurikulum,” imbau Lucy.

Selain itu, tutur Lucy, faktor mahasiswanya juga berpeluang bermasalah. “Dengan mudahnya membuka fakultas kedokteran, bisa jadi standar calon mahasiswa semakin tidak ketat. Akibatnya, mahasiswa yang diterima bukan lagi karena faktor kemampuan tapi banyak faktor yang bukan berkaitan dengan akademik,” imbuh Bendahara Fraksi Partai Demokrat MPR RI ini.

Berita Terkait :  Satlantas Polres Batu Kota Evaluasi Keselamatan Jalan Wisata

Hal itu, ingat Lucy, tentu dapat menghasilkan dokter yang kurang berkualitas. “Akibatnya mereka sulit mengikuti uji kompetensi yang standarnya lebih tinggi ketimbang standar kelulusannya di kampusnya,” tegas Lucy.

Legislator asal Dapil Jatim 1 ini menyimpulkan, banyak faktor yang menyebabkan dokter gagal uji kompetensi. “Karena itu, fakultas kedokteran harus mencari penyebab utamanya agar dokter gagal uji kompetensi dapat diminimalkan,” pungkas Lucy Kurniasari. [ira.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!