28.9 C
Sidoarjo
Thursday, June 11, 2026
spot_img

Wawali Kediri Ajak Perkuat Sistem Perlindungan Anak di Pesantren

Pemkot Kediri, Bhirawa
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren.

Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII: Multaqa Ru’asa’ Al-Ma’ahid yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan, Kediri.

Forum yang mengusung tema Memperkokoh Pesantren sebagai Benteng Perlindungan Anak dan Penjaga Akhlak Mulia itu dinilai penting karena menghadirkan berbagai perspektif terkait upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan ramah anak.

Berbagai isu yang dibahas meliputi implementasi regulasi pesantren ramah anak, penguatan budaya pengasuhan yang santun, perlindungan santri dari kekerasan seksual, penguatan ketahanan keluarga, hingga kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan siber.

“Tema-tema tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak di lingkungan pesantren bukan semata persoalan aturan, melainkan bagian dari ikhtiar besar menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan kehormatan manusia,” ujar Qowimuddin, Kamis (11/6).

Menurutnya, forum tersebut tidak boleh berhenti pada tataran diskusi, tetapi harus mampu melahirkan komitmen bersama, langkah nyata, serta praktik-praktik baik yang dapat diterapkan di masing-masing pesantren.

“Kita ingin pesantren tetap menjadi tempat yang membuat orang tua merasa tenang menitipkan putra-putrinya. Menjadi ruang yang aman untuk belajar, nyaman untuk bertumbuh, dan kondusif untuk membangun karakter,” ungkapnya.

Qowimuddin menambahkan, Pemerintah Kota Kediri memiliki komitmen untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah anak di seluruh satuan pendidikan.

Berita Terkait :  Cegah DBD, Koramil 0815/04 Puri- UPT Puskesmas Lakukan Fogging di Dusun Teras

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan prestasi akademik, tetapi juga oleh rasa aman, rasa dihargai, serta perlindungan yang diterima peserta didik selama menjalani proses pendidikan.

“Ketika anak-anak merasa aman, mereka akan lebih mudah berkembang. Ketika mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual, maka kualitas sumber daya manusia yang kita cita-citakan akan lebih mudah terwujud,” jelasnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Kediri memandang pesantren sebagai mitra strategis dalam membangun generasi masa depan yang berakhlakul karimah, cerdas, tangguh, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Qowimuddin berharap dialog tersebut dapat menghasilkan rekomendasi dan gagasan yang membawa manfaat bagi dunia pendidikan Islam, khususnya dalam memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren. [van.nov.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!