Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar
DPR RI Jakarta, Bhirawa. — Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKB, Marwan Jafar, mendesak Bank Indonesia (BI) untuk lebih aktif mengoptimalkan instrumen kebijakannya demi memperkuat dan menyehatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keterlibatan bank sentral dinilai sangat krusial mengingat UMKM merupakan tulang punggung stabilitas sistem keuangan, daya beli warga, hingga pengendalian inflasi nasional.
“Memang tugas utama BI adalah menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem pembayaran, tetapi instrumen kebijakan yang dimiliki BI sangat memungkinkan untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan UMKM. Kami mendorong BI agar lebih aktif dan berkontribusi kuat dalam penyehatan UMKM,” ujar Marwan di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Marwan membeberkan tiga agenda strategis yang wajib diperkuat BI, yaitu penguatan korporatisasi kelembagaan, peningkatan kapasitas produk, dan perluasan akses pembiayaan yang berkeadilan. Masalah UMKM dinilai tidak sebatas permodalan semata, melainkan juga menyangkut tata kelola usaha, legalitas, hingga kemampuan membangun skala ekonomi yang sehat.
“Pelatihan manajemen SDM, standardisasi produk, digitalisasi, sampai penerapan ekonomi hijau harus menjadi bagian dari penguatan UMKM. Kita ingin UMKM bukan sekadar banyak jumlahnya, tetapi juga sehat, produktif, inovatif, dan memiliki daya saing,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya akses perbankan dan pembiayaan inklusif yang disesuaikan dengan karakteristik rantai bisnis pelaku usaha kecil. Bank Indonesia diharapkan memperkuat sinergi bersama industri perbankan agar kredit yang disalurkan benar-benar menjadi penggerak pertumbuhan, bukan beban utang baru.
“Yang kita dorong bukan sekadar pembiayaan diperbesar, tetapi akses pembiayaan yang memungkinkan, aman, dan berkeadilan. UMKM harus mendapatkan akses keuangan yang sehat sehingga modal benar-benar membuat mereka tumbuh,” kata Marwan.
Di samping itu, legislator asal Jawa Tengah tersebut mendorong bank sentral menggenjot fasilitasi promosi dan business matching bagi UMKM yang berpotensi ekspor serta bergerak di sektor pariwisata. Pembukaan saluran pemasaran digital dinilai mampu memperluas jangkauan produk lokal hingga ke pasar mancanegara.
“Fasilitasi pameran internasional, promosi, dan perluasan pemasaran melalui platform e-commerce harus diperkuat untuk UMKM ekspor dan pariwisata. Langkah ini penting agar produk lokal kita mampu menembus pasar global yang lebih luas,” ungkapnya.
Marwan juga meminta BI memberikan perhatian khusus bagi UMKM di sektor pangan, pertanian, dan perikanan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah (volatile foods). Sektor-sektor produktif ini terbukti menjadi benteng utama dalam menjaga pasokan pangan serta keandalan rantai pasok nasional. [ira.hel].


