28 C
Sidoarjo
Thursday, September 17, 2026
spot_img

Patroli Air Jatim Rembuk Lingkungan Kali Surabaya Ke Siswa SMAN 18 Surabaya


Surabaya, Bhirawa – Tim Patroli Air Jawa Timur kembali menggelar sosialisasi dan rembug lingkungan Kali Surabaya melalui program Sekolah Aliran Sungai. Kegiatan LSM Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Jatim bersama Garda Lingkungan dan didukung Perum Jasa Tirta (PJT) I Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas Karah Surabaya melibatkan 27 siswa SMA Negeri 18 Surabaya bersama pendamping di halaman belakang PJT I Karah, Selasa (15/9).

Kegiatan diisi pemaparan dari Perum Jasa Tirta I, Suyanto, dan Direktur LSM KLH Jatim, Imam Rochani, serta permainan yang dipandu Koordinator Garda Lingkungan, Didik Harimuko. Setelah itu, siswa diajak susur sungai dari halaman belakang PJT I hingga kawasan di bawah jalan tol Gunungsari Surabaya untuk melihat langsung kondisi lingkungan sungai, sekaligus mendapatkan paparan dari PJT seputar Pintu Air Gunungsari.

Pengalaman susur sungai memberikan kesan tersendiri bagi siswa. Nikeisha Farah Afiya, siswa kelas X berusia 15 tahun, mengaku sempat takut turun ke sungai, namun merasa aman setelah peserta dilengkapi pelampung dan helm; ia juga tertarik melihat perbedaan kondisi sungai, termasuk eceng gondok dan sampah yang masih ditemukan.

Ia berharap warga Surabaya semakin peduli terhadap kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Hal senada disampaikan Ailsa Maisie Zaqia Iniesta, siswa kelas X berusia 15 tahun, yang mengaku mendapat pengalaman baru karena pertama kali naik perahu sekaligus memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu ia juga mengenai proses yang ada di pintu air Gunungsari.

Berita Terkait :  UC Surabaya Kirimkan 10 Relawan ke Sumatera untuk Respon Penyakit Pascabencana

Guru Biologi sekaligus Pembina Adiwiyata SMAN 18 Surabaya, Estuningsih, menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman edukasi lingkungan di luar kelas. Ia berharap siswa yang mengikuti kegiatan menjadi pionir di kelas masing-masing untuk meneruskan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kepada teman, keluarga dan keluarga di rumah.

“Walaupun kita membuang sesuatu hanya sedikit, itu tetap bisa berdampak terhadap kehidupan ekosistem yang ada di air. Karena itu, edukasi seperti ini harus berkesinambungan,” ujarnya. Ia berharap program tersebut tidak hanya menyasar sekolah dekat sungai, tetapi dapat menjangkau seluruh sekolah di Surabaya hingga Jawa Timur.

Direktur LSM KLH Jatim sekaligus Sekretariat Bersama Patroli Air Jawa Timur, Imam Rochani, mengatakan program Sekolah Aliran Sungai memberikan teori sekaligus praktik lapangan kepada siswa. Mereka diajak memahami pentingnya Kali Surabaya, termasuk fungsinya sebagai bahan baku air untuk PDAM serta kebutuhan masyarakat di sekitar sungai.

“Harapan kami, anak-anak ini bisa menyosialisasikan kepada keluarga terdekat terlebih dahulu, kemudian kepada teman-temannya. Jadi, terjadi getuk tular tentang pentingnya menjaga lingkungan Kali Surabaya,” katanya.

Imam mengatakan edukasi akan dilakukan secara berkesinambungan dan diperluas kepada berbagai pihak, tidak hanya pelajar. Sosialisasi juga akan menyasar pada warga bantaran, pemilik perahu tambangan di sepanjang Kali Surabaya serta industri di sekitar sungai agar semakin memahami pentingnya menjaga kualitas sungai.

Berita Terkait :  PT Eigerindo MPI Buka Peluang Karier di Brawijaya Career Expo 2026

Koordinator Garda Lingkungan, Didik Harimuko, mengatakan edukasi mengenai sungai masih jarang diberikan secara khusus di sekolah, termasuk sekolah berbasis Adiwiyata. Karena itu, kegiatan susur sungai penting dilakukan secara kontinu agar siswa mengenal secara langsung kondisi sungai, habitat dan ekosistemnya serta memahami pentingnya konservasi.

Menurut Didik, menjaga Kali Surabaya membutuhkan keterlibatan masyarakat, siswa dan warga bantaran sungai. Terlebih, sungai tersebut masih menjadi salah satu sumber bahan baku air minum warga kota, sehingga sosialisasi tidak cukup dilakukan hanya pada momentum Hari Sungai atau Hari Air, tetapi harus berkelanjutan.

Perwakilan dari Perum Jasa Tirta (PJT) Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas Karah, Suyanto, mengatakan pihaknya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai fungsi, pengelolaan dan pemeliharaan sungai. Menurutnya, semakin luas wawasan siswa mengenai sungai dan ekosistemnya, semakin besar peluang mereka ikut berperan menjaga lingkungan sesuai kapasitas masing-masing.

“Kami selalu mendukung edukasi kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini berkesinambungan dan tidak hanya menyasar sekolah menengah, tetapi juga SMP hingga SD, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak dini,” katanya. Suyanto menambahkan, PJT I siap membangun kerja sama dengan sekolah-sekolah lain di sekitar sungai yang menjadi wilayah pengelolaannya sebagai bekal bagi generasi penerus untuk ikut menjaga kelestarian sungai. [rac.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!