29 C
Sidoarjo
Wednesday, September 16, 2026
spot_img

Dindik Jatim Gandeng Unhan Bangun Talenta Menuju Strategic Leadership


Dindik Jatim, Bhirawa – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) bersama Universitas Pertahanan (Unhan) RI membuka ruang kolaborasi untuk membangun jalur pembinaan talenta siswa secara berkelanjutan, mulai dari identifikasi potensi di sekolah hingga pendidikan tinggi dan pengembangan kepemimpinan strategis.

Upaya tersebut mengemuka dalam Kunjungan Belajar Mahasiswa Program Magister Fakultas Keamanan Nasional (FKN) Unhan RI sekaligus Sosialisasi Universitas Pertahanan bagi kepala sekolah dan siswa SMA di Jawa Timur yang digelar di Sabha Nugraha, Surabaya, Selasa (15/9) malam.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, kolaborasi dengan Unhan tidak semestinya berhenti pada kegiatan kunjungan belajar maupun sosialisasi perguruan tinggi. Menurutnya, terdapat ruang kerja sama yang lebih luas untuk menyiapkan talenta muda Jawa Timur agar memiliki kapasitas akademik, karakter, kepemimpinan, dan jiwa pengabdian.

“Kita ingin membangun jembatan dari sekolah menuju strategic leadership. Karena anak-anak yang hari ini berada di ruang kelas adalah mereka yang dua puluh tahun mendatang akan berada di berbagai posisi strategis bangsa,” ujar Aries.

Ia menjelaskan, jalur pembinaan tersebut dapat dimulai dari sekolah melalui identifikasi talenta, pengenalan terhadap Unhan, mentoring oleh alumni maupun Kadet, pembinaan akademik, karakter, fisik dan kepemimpinan, hingga seleksi dan masuk pendidikan tinggi serta pengabdian kepada bangsa.

Aries menilai pola pembinaan secara berkelanjutan penting agar siswa mengenal pilihan pendidikan strategis sedini mungkin sejak kelas X. Pemahaman mengenai persyaratan dan karakter pendidikan yang dituju perlu diberikan lebih awal sehingga siswa dapat mempersiapkan diri secara terarah.

Berita Terkait :  Ironis, Kanigoro Blitar Tak Punya SMA/SMK Negeri

“Kalau anak-anak baru mengetahui persyaratannya menjelang pendaftaran, sering kali sudah terlambat untuk melakukan persiapan. Karena itu sejak kelas X dan XI mereka harus sudah mulai mengetahui tujuannya, mengenali potensi dirinya, dan memahami apa saja yang harus dipersiapkan,” ungkapnya.

Menurut Aries, persiapan calon mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Siswa juga perlu membangun karakter, disiplin, kondisi fisik, kesehatan, mental, serta kemampuan beradaptasi.

SMAN Taruna Basis Pembinaan
Dalam forum tersebut hadir sekitar 250 peserta, termasuk perwakilan Taruna kelas X, XI dan XII dari enam SMAN Taruna Jawa Timur, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, koordinator pengasuh, serta perwakilan OSIS SMA negeri dan swasta.

Aries mengatakan, keberadaan sekolah berbasis ketarunaan memiliki posisi strategis dalam ekosistem pembinaan talenta tersebut. SMAN Taruna Jatim tidak semata-mata diarahkan untuk mengantarkan lulusan masuk TNI, Polri, sekolah kedinasan maupun Unhan.

Lebih jauh, sekolah Taruna diarahkan menjadi laboratorium kepemimpinan, karakter dan bela negara. “Kalau kemudian anak-anak kita diterima di TNI, Polri, sekolah kedinasan maupun Universitas Pertahanan, tentu kita bangga. Tetapi itu adalah hasil. Tujuan yang lebih besar adalah membentuk generasi muda yang cerdas, disiplin, berkarakter, mampu memimpin, dan mempunyai jiwa pengabdian,” tegasnya.

Ia menambahkan, lulusan sekolah Taruna diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, ketangguhan serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Berita Terkait :  PENS Kembangkan AI Bantu Anak Berkebutuhan Khusus

Penguatan jalur pembinaan tersebut juga didukung dengan kehadiran secara virtual sejumlah Kadet S1 Unhan asal Jawa Timur. Mereka antara lain merupakan alumni SMAN Taruna Nala, SMAN Taruna Angkasa, SMAN Taruna Brawijaya dan SMAN Taruna Madani.

Para Kadet berbagi pengalaman mengenai persiapan sejak sekolah, proses seleksi, hingga kehidupan selama menjalani pendidikan di Unhan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran langsung kepada siswa mengenai kesiapan yang perlu dibangun sejak dini.

Aries menilai keberadaan alumni yang kini menjadi Kadet Unhan dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus mentor bagi siswa di sekolah. “Hari ini anak-anak kita melihat langsung bahwa kakak kelas mereka ada yang sudah berada di Universitas Pertahanan. Mereka berasal dari sekolah yang sama, pernah berada pada titik yang sama, dan kini sedang menjalani pendidikan sebagai Kadet Unhan. Ini memberi pesan bahwa peluang itu nyata, tetapi harus dipersiapkan dengan serius,” ujarnya.

Peluang Kolaborasi Riset
Selain pembinaan siswa, Dindik Jatim juga membuka peluang kolaborasi dengan FKN Unhan dalam bidang penelitian dan kajian. Jawa Timur diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan akademisi Unhan untuk mengkaji berbagai isu strategis.

Beberapa bidang yang dapat dikembangkan antara lain pendidikan, kepemimpinan, ketahanan pangan, kebencanaan, keamanan, karakter generasi muda, hingga isu ketahanan nasional.

“Kebijakan harus bertemu dengan ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan harus bertemu dengan kenyataan di lapangan. Karena itu kami terbuka jika Jawa Timur dapat menjadi laboratorium kebijakan bagi mahasiswa dan akademisi Universitas Pertahanan,” kata Aries.

Berita Terkait :  Darurat Pangan, 900 Juta Penduduk Dunia Alami Kelaparan Serius

Kadindik menegaskan, penguatan kerja sama pendidikan dengan Unhan menjadi bagian dari upaya Dindik Jatim menyiapkan SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi pemimpin dan mengemban tanggung jawab strategis di masa depan.

“Menjaga Indonesia tidak selalu dimulai dari perbatasan. Kadang-kadang menjaga Indonesia dimulai dari ruang kelas. Dari ruang kelas kita membangun kecerdasan, dari sekolah kita menanamkan karakter, dan dari pendidikan kita menyiapkan generasi yang suatu hari akan menjaga Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan FKN Unhan RI Mayor Jenderal TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., hadir bersama jajaran fakultas dan sekitar 120 mahasiswa Program Magister FKN Unhan. Dalam kegiatan tersebut, Unhan juga memaparkan berbagai jalur pendidikan mulai S1, D3 hingga Magister, termasuk persyaratan, mekanisme pendaftaran dan tahapan seleksi. Hingga gambaran kehidupan selama menjadi kadet si Universitas Pertahanan.

Selain memberikan sambutan dan pengarahan mengenai Universitas Pertahanan, forum tersebut juga diisi pemaparan oleh Kaprodi Magister Keamanan Maritim, Kolonel Laut (E) Dr. Lukman Yudho Prakoso, S.I.P., M.A.P., CIQaR., M.Tr.Opsla., IPU.

Penjelasan tersebut mendapatkan perhatian besar dari para Taruna yang hadir karena memberikan gambaran konkret mengenai kesiapan yang harus dibangun sejak masih berada di bangku sekolah. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!