33.1 C
Sidoarjo
Monday, May 11, 2026
spot_img

Sukseskan Program Literasi, TK Islam Nurul Anshar Launching Inovasi Layanan Lima Papat

Situbondo, Bhirawa

Saat ini keberadaan program Literasi yang notabene merupakan keterampilan dasar, dirasakan sangat penting bagi murid untuk dapat mengakses, memahami serta mengolah informasi dalam kehidupan sehari-hari. Nah, dari program Literasi tersebut, keluarga besar TK Islam Nurul Anshar Panji, Kabupaten Situbondo memandang penting adanya kemampuan literasi tersebut.

“Ini karena tidak hanya sebatas keterampilan membaca dan menulis semata, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan berkolaborasi. Literasi yang baik menjadi fondasi bagi murid untuk dapat menguasai berbagai mata pelajaran, meningkatkan prestasi akademik, serta membentuk karakter yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” tutur Ima Nurifatin, SPd, inovator program Lima Papat (Literasi bersama Mama dan Papa ) pada TK Islam Nurul Anshar, Senin (11/5).

Kata Ima, sapaan akrab Ima Nurifatin, di era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, tuntutan terhadap penguasaan literasi semakin tinggi. Murid ditantang untuk tidak hanya mampu memahami teks, tetapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bijak. Namun, berdasarkan hasil berbagai survei pendidikan nasional maupun internasional, tingkat literasi murid Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara lain.

“Hal ini terlihat dari masih banyaknya murid yang mengalami kesulitan dalam memahami bacaan, menulis dengan runtut, maupun menyampaikan ide secara kritis dan kreatif. Rendahnya literasi murid dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: kurangnya kebiasaan membaca, terbatasnya akses sumber bacaan yang menarik dan berkualitas, penggunaan teknologi yang lebih dominan untuk hiburan daripada pembelajaran serta rendahnya keterlibatan lingkungan sekolah dan keluarga dalam membudayakan literasi,” imbuh Ima.

Berita Terkait :  Teknologi Dried Food Polen Bee Diyakini Mampu Cegah Stunting

Oleh sebab itu, aku Ima, sekolah kini perlu merancang program yang sistematis, terarah, dan berkelanjutan untuk meningkatkan literasi murid. Seperti di lembaga TK Islam Nurul Anshor berawal dari murid belum mampu menceritakan kembali isi cerita dengan baik ketika guru membacakan buku cerita dan anak-anak diminta menceritakan kembali di depan kelas. Maka, sambung Ima, muncul program LiMa Papat.

“Program ini di laksanakan setiap hari Selasa, dimana guru memberikan buku bacaan kepada 3-4 anak untuk dibawa pulang dan dibacakan di rumah bersama Mama dan Papa. Keesokan harinya di hari Rabu anak menceritakan kembali isi buku yang sudah dibacakan Mama atau Papa di depan kelas. Di tahun pertama, Program ini tidak berjalan mulus. Karena Guru sering lupa tidak membawakan buku kepada anak-anak. Sehingga program ini tidak berjalan maksimal dan hasilnya pun tidak maksimal,” tambahnya.

Kedepan, sambung Ima, Program LiMa Papat diharapkan dapat membiasakan murid untuk membaca setiap hari melalui kegiatan yang menyenangkan. Ini, katanya, dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Selain itu, ujar Ima, dapat membentuk budaya literasi di lingkungan sekolah yang didukung oleh guru, orang tua serta masyarakat.

“Juga dapat menyediakan sarana, prasarana, dan sumber bacaan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan murid. Nah, dengan adanya program peningkatan literasi ini, diharapkan murid mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat, memiliki daya saing serta siap menghadapi tantangan di masa depan,” kupas Ima.

Berita Terkait :  Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jatim Wilayah Bojonegoro Jadi Dosen Praktisi di Unigoro

Adapun untuk tujuan dari program LiMa Papat ini, tutur Ima, antara lain untuk  meningkatkan kemampuan dasar literasi murid, khususnya dalam membaca, memahami serta menyajikan informasi secara runtut dan bermakna.

Lalu untuk membentuk kebiasaan dan budaya literasi di lingkungan sekolah melalui kegiatan yang terstruktur, menyenangkan dan berkesinambungan. Juga dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif sebagai kompetensi abad 21 yang relevan dengan kebutuhan murid,” beber Ima.

Selanjutnya yang tak kalah pentingnya, aku Ima, program ini untuk menyediakan sarana, prasarana, serta sumber bacaan yang variatif dan berkualitas sesuai dengan usia, minat, dan kebutuhan perkembangan murid. Selain itu juga untuk meningkatkan keterlibatan guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung ekosistem literasi yang sehat dan produktif.

“Program ini juga dapat menumbuhkan motivasi dan rasa percaya diri murid dalam mengekspresikan ide, gagasan dan kreativitas melalui berbagai bentuk karya literasi.Terakhir, untuk mempersiapkan murid sebagai pembelajar sepanjang hayat yang mampu beradaptasi dan berdaya saing di era global,” papar Ima.

Apa saja hasil yang ingin diharapkan ?

Dengan tegas Ima memaparkan bahwa melalui pelaksanaan program LiMa Papat, diharapkan dapat tercapai hasil dari murid yang terbiasa membaca dan menulis setiap hari sebagai bagian dari budaya belajar di sekolah maupun di rumah.

Lalu, lanjut Ima, ada peningkatan kemampuan literasi dasar murid, meliputi keterampilan memahami bacaan, menyimpulkan informasi.  Yang tak kalah pentingnya, imbuh Ima, ini juga dapat meningkatkan minat dan motivasi murid terhadap kegiatan literasi, baik melalui buku cetak, media digital, maupun sumber bacaan lainnya.

Berita Terkait :  Dilepas Bupati Pamekasan, Farhan Ikuti Lomba International Qur'an di Turki

Selanjutnya, terciptanya lingkungan sekolah yang literat, ditandai dengan tersedianya pojok baca, kegiatan literasi rutin, serta dukungan aktif guru dan tenaga kependidikan.

“Kami ingin dari program ini terjalin kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membudayakan literasi sehingga murid mendapatkan dukungan yang menyeluruh serta meningkatnya keterampilan abad 21 melalui kegiatan literasi yang terarah. Lalu terjadi pertumbuhan kepercayaan diri murid. Terakhir, terwujudnya murid sebagai pembelajar sepanjang hayat yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan tuntutan zaman,” pungkas Ima. [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!