Kota Probolinggo, Bhirawa
Komisi III DPRD Kota Probolinggo melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan kawasan usaha di Jalan Cokroaminoto, Rabu (3/6). Selain memastikan kesesuaian tata ruang dan perizinan, dewan juga meminta pengembang merealisasikan seluruh rencana pembangunan yang telah dipaparkan, tidak hanya sebatas pembangunan swalayan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Robit Riyanto, mengatakan kawasan yang berada di lokasi strategis tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, ia berharap lahan yang dikembangkan tidak hanya dimanfaatkan untuk satu jenis usaha.
“Tolong dewan jangan dibohongi. Kelanjutan pembangunannya harus kita tekankan, paling tidak harus ada kurun waktunya. Masa lokasi di tengah kota dan seluas ini cuma untuk supermarket saja?” kata Robit saat meninjau lokasi.
Menurutnya, keberadaan fasilitas lain seperti hotel, sport center, dan department store akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi Kota Probolinggo. Selain menjadi penunjang aktivitas ekonomi, fasilitas tersebut juga berpotensi meningkatkan daya tarik investasi dan menambah pendapatan asli daerah (PAD).
“Yang penting dengan keberadaan kawasan ini nanti bisa menjadi sarana penunjang fasilitas. Alhamdulillah kalau memang ada hotelnya. Paling tidak bisa menambah PAD Kota Probolinggo dan membuat kota ini semakin hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Muchlas Kurniawan, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan pembangunan yang berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. DPRD meninjau struktur bangunan, kesesuaian tata ruang, serta dokumen perizinan yang telah diterbitkan pemerintah daerah.
“Kami ingin melihat secara pasti tentang struktur bangunan dan juga mengaitkannya dengan perizinan yang ada. Artinya, bangunan ini harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan sesuai dengan peruntukan lahannya,” kata Muchlas.
Menurutnya, investasi perlu didukung selama berjalan sesuai regulasi. Pemerintah daerah juga tidak boleh menghambat masuknya investasi apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi oleh pelaku usaha.
Dalam kesempatan tersebut, pihak pengembang menjelaskan bahwa proyek yang tengah berjalan merupakan bagian dari pengembangan kawasan usaha terpadu. Kawasan tersebut direncanakan terdiri atas supermarket, department store, sport center, dan hotel yang saling terintegrasi.
Perwakilan PT KM, Louis Hariona, mengatakan swalayan yang saat ini dibangun hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan rencana pengembangan kawasan.
“Yang dibangun bukan hanya swalayan, tetapi juga terdapat rencana hotel, sport center, dan department store. Jadi swalayan ini merupakan salah satu fasilitas penunjang dari pengembangan kawasan secara keseluruhan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Konsultan PT KM, Rangga. Menurutnya, konsep kawasan terpadu tersebut dirancang agar setiap fasilitas dapat saling mendukung dan menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Probolinggo.
“Di sini konsepnya kita membuat satu kawasan yang terdiri dari beberapa usaha, di antaranya supermarket, department store, sport center, dan juga hotel,” katanya.
Pihak pengembang berharap seluruh tahapan pembangunan dan perizinan dapat berjalan lancar sehingga kawasan usaha tersebut nantinya mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengembangan Kota Probolinggo. [fir.kt]


